Politik Pemerintahan

Puluhan Pasien RSUD Jombang Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

Jombang (beritajatim.com) – Puluhan pasien RSUD Jombang, tak bisa memberikan suaranya dalam pemilu dan Pilpres 17 April 2019. Pasalnya, mereka tidak bisa menunjukkan formulir A5 (pindah memilih) kepada petugas. Formulir A5 merupakan syarat utama seorang pemilih yang hendak mencoblos di tempat tujuan mereka.

Para pemilih potensial yang ada di RSUD Jombang itu hanya bisa menunjukkan formulir C6 atau surat undangan memilih di TPS (tempat pemungutan suara) masing-masing. “Kami menerima laporan bahwa ada 59 calon pemilih yang potensial di RSUD Jombang. Mereka berencana akan mencoblos di TPS 01 dan TPS 02 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang, yang melakukan jemput bola ke RSUD Jombang,” ujar Ketua PPK Kecamatan Jombang, Tomi Saifuddin, Rabu (17/4/2019).

Dari jumlah itu, ternyata petugas hanya berhasil menjaring sembilan orang pemilih. Mereka membawa form pindah memilih atau A5. “Ternyata mereka kurang paham. Kalau hanya membawa form C6, berarti tidak bisa pindah memilih. Untuk pindah memilih harus membawa form A5,” katanya.

Tomi menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi selama dua tahap, hingga ada perpanjangan sampai H minus 7 untuk syarat pindah memilih ini. Pasien tetap beranggapan bahwa surat panggilan atau form C6 ini sama dengan surat keterangan pindah memilih dari KPU atau desa.

Di RSUD Jombang ada dua TPS yang melakukan upaya jemput bola kepada pasien maupun kerabat mereka untuk keperluan mencoblos baik Pilpres maupun Pileg 2019. Yakni TPS 01 dan TPS 02 Kelurahan Kepanjen Kecamatan Jombang.

Para petugas mulai berkeliling di seluruh ruang perawatan Rumah Sakit sejak pukul 12.00 WIB. Namun sayang, ternyata petugas hanya berhasil mendapatkan sembilan orang pemilih yang bisa menggunakan hak pilih mereka. Sedangkan puluhan lainnya, terpaksa menjadi Golput. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar