Politik Pemerintahan

Puluhan Diplomat Belajar Pariwisata di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Keberhasilan Banyuwangi menjadi salah satu tujuan wisata nasional mendorong 33 diplomat madya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menyerap ilmu pengembangan pariwisata di Banyuwangi.

“Kami melihat Banyuwangi dengan inovasinya yang luar biasa, mampu membawa perubahan pada daerahnya. Salah satu yang bisa dibanggakan adalah perkembangan pariwisatanya. Atas alasan itulah kami datang kemari,” kata Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (SESDILU) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Muhammad Aji Surya, Kamis (25/4/2019).

Menurut Aji, para diplomat madya yang datang ke Banyuwangi ini adalah peserta Diklat Sesdilu Angkatan 63. Mereka adalah pejabat-pejabat terbaik di level menengah jajaran Kemenlu.

“Mereka ini tengah mengasah diri, menimba ilmu dan juga skill untuk menunjang tugas mereka kelak. Kami ajak ke Banyuwangi agar bisa melihat dan belajar best practice pengembangan pariwisata. Moga-moga ini bisa menginspirasi mereka sekaligus menjadi bekal para diplomat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di luar negeri,” ungkap Aji.

Para diplomat muda ini berada di Banyuwangi selama empat hari, dari 22-25 April. Mereka juga mengeksplore sejumlah tempat wisata di Banyuwangi, mulai dari Taman Gandrung Terakota, Kawah Ijen, Bangsring Underwater, Pantai Pulau Merah, hingga mengunjungi desa adat Kemiren yang dihuni suku Using, suku lokal Banyuwangi.

Mereka juga bertemu dengan stakeholder terkait, dan berinteraksi dengan warga masyarakat untuk mengetahui sejauh mana partisipasi publik atas kebijakan Pemkab Banyuwangi, khususnya bidang pariwisata.

Salah satu peserta diklat, diplomat Frass Kamasa mengaku mendapat inspirasi dari Banyuwangi yang mampu mengembangkan pariwisatanya namun tetap menjaga budaya lokalnya.

“Selama ini kan kita berpendapat, kalau mau meningkatkan pariwisata, kita harus mengorbankan nilai-nilai tradisional. Tapi ternyata tidak. Banyuwangi membantah klaim tersebut. Jadi kami tertarik bagaimana resep Bupati Banyuwangi bisa melakukan terobosan seperti itu,” kata Frass yang pernah bertugas di Armenia merangkap Georgia dan Ukraina ini.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa kehadiran diplomat ini akan dimanfaatkan sebagai ajang sharing untuk mengembangkan potensi daerah hingga ke manca negara.

“Tidak hanya Kemenlu yang menyerap ilmu, namun kami juga butuh masukan dari para diplomat. Bagaimana perkembangan pariwisata di negara lain, hal apa yang menjadi daya tarik turis asing. Hal semacam ini kami butuhkan untuk mengembangkan wisata,” kata Anas.

Anas juga menyatakan terima kasih kepada Kemenlu yang telah mengajak jajaran diplomatnya ke Banyuwangi. “Kami berharap agar para diplomat ini setelah bertugas di luar negeri bisa ikut mempromosikan Banyuwangi,” pungkas Anas. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar