Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Puluhan CJH Furoda Gagal Berangkat?

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sehari sebelum closing date atau kedatangan terakhir calon jamaah haji (CJH) Indonesia di Jeddah, masih banyak CJH yang belum mendapatkan kepastian berangkat ke tanah suci.

Seperti yang dialami oleh Pasutri Heri (47) dan Yuliani (45) bersama puluhan CJH jalur Furoda yang lain.

Menurut jadwal yang diterima CJH Furoda dari Biro Perjalanan Haji yang mereka gunakan yakni travel Al Madinah Mutiara Sunnah, Sidoarjo. Seharusnya ke 70 orang CJH itu, berangkat ke tanah suci pada Jumat (1/7/2022).

Namun sampai saat ini, Sabtu (2/7/2022), puluhan CJH tersebut belum mendapatkan kepastian berangkat ke tanah suci. “Alasan pihak Al Madinah adalah visa belum terbit, ini kan alasan yang gak masuk akal. Padahal besok sudah closing date,” ucap Heri saat berada di kantor Al Madinah Sabtu ( 2/7/2022).

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu puluhan CJH jalur Furoda itu sudah disuruh kumpul oleh manajemen biro perjalanan Haji Al Madinah di Hotel Juanda Jakarta. Namun pada Rabu (29/6/2022) para CJH yang sudah membayar lunas sebesar USD 15.500 itu, disuruh balik ke daerah masing-masing.

“Calon Jamaah Haji ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, ada yang dari Kalimantan, ada yang dari Bali. Selain itu kita ke Jakarta pakai biaya sendiri, dan kemarin disuruh balik, untuk menunggu kabar terbitnya visa,” ungkapnya sedih.

Yuliani istri Heri menambahkan sekarang puluhan CJH itu sudah balik dari Jakarta semua, dan berada di daerah masing-masing. Ia kecewa pernyataan pihak Al Madinah yang menyuruh balik sambil menunggu visa terbit.

Heri dan Yuliani diantara CJH Furoda

“Jika memang visa itu terbit, apakah mungkin semua CJH bisa balik ke Jakarta dalam waktu yang singkat besok Minggu. Karena closing date calon jamaah haji besok,” jelasnya.

Jika kemungkinan puluhan CJH itu memang tidak berangkat Minggu besok, maka Senin besok semua CJH akan datang ke kantor Al Madinah. “Besok Senin semua jamaah akan datang ke kantor ini, untuk meminta pengembalian dana mereka masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu Farah salah satu staf biro perjalanan Haji Al Madinah Mutiara Sunnah, enggan memberikan keterangan terkait permasalahan puluhan CJH yang terancam gagal berangkat itu. “Terkait keterangan resmi, kami menunggu pimpinan kami, yang sekarang masih di Jakarta,” jawabnya singkat.

Perlu diketahui, Haji Furoda adalah program perjalanan haji yang tidak memanfaatkan kuota haji reguler dari pemerintah, melainkan, Program Haji Mujamalah (Haji Furoda) dengan kuota khusus dari pemerintah Arab Saudi, atau undangan khusus dari kerajaan Arab Saudi.

Dengan jalur Haji Furoda dengan biaya lebih mahal ini, maka seseorang bisa berangkat ke tanah suci untuk berhaji tanpa antri hingga puluhan tahun. (isa/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar