Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pulihkan Ekonomi Jatim Bangkit, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan di Kawasan Bromo

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menyampaikan bahwa penyebaran Covid-19 di Jatim memerlukan perhatian yang cukup serius karena menimbulkan korban jiwa, kerugian material dan telah berdampak pada aspek sosial, ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, dalam rangka Jatim Bangkit 2021, fokus pembangunan diarahkan pada percepatan pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Untuk itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan senilai total Rp 209.750.000 bagi dua desa di Kecamatan Sukapura terdiri dari Rp 109.750.000 untuk bantuan Usaha Program Jatim Puspa di Desa Sapikerep dan Rp 100.000.000 untuk Desa Berdaya di Desa Ngadisari yang berstatus Mandiri.

Bantuan ini merupakan bagian dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov kepada 19 Desa di Kabupaten Probolinggo senilai total Rp 1.827.250.000 di tahun 2021. Terdiri Bantuan Program Jatim Puspa bagi 338 KPM di 9 Desa total Rp.977.250.000, Bantuan Pemberdayaan bagi 6 Desa @Rp.75.000.000 senilai total Rp.450.000.000 dan Bantuan Program Desa Berdaya untuk 4 Desa @Rp 100.000 senilai total Rp 400.000.000.

Bantuan modal usaha bagi kelompok perempuan melalui program Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha Perempuan) tersebut disalurkan berbentuk modal usaha bagi kelompok perempuan dengan sasaran 38 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sapikerep.

Jatim Puspa ini bertujuan meningkatkan keberdayaan sosial ekonomi rumah tangga berbasis perempuan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup di tengah pademi, sekaligus membantu pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19. Tahun 2021 dialokasikan pada 30 Kabupaten/Kota dengan memberikan stimulan modal usaha produktif senilai Rp 2,5 juta setiap KPM.

Tahun ini, program Jatim Puspa menjangkau 5.294 KPM di 175 Desa pada 30 Kabupaten/Kota dengan total anggaran yang disediakan Rp 15,606 miliar.

Sasaran Program Jatim Puspa antara lain KPM Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah graduasi mandiri sejahtera dan rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 8-12 persen terendah yang memiliki anggota rumah tangga perempuan yang memiliki usaha serta memiliki anak masih sekolah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2020 yang dirilis oleh Kementerian Sosial.

Program Jatim Puspa diharapkan mampu menciptakan perempuan yang bisa berusaha untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarganya. Dengan demikian, perempuan dapat ikut andil dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid 19.

Sedangkan, bantuan keuangan khusus kepada Pemerintah Desa untuk Program Desa Berdaya diberikan sebagai reward kepada Desa yang telah mampu meningkatkan kapasitasnya menjadi Desa Mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), yang dipergunakan untuk Pengembangan Desa Tematik melalui Ecoomic Branding, masing-masing Desa Mandiri sebesar Rp 100.000.000 untuk Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar