Politik Pemerintahan

Pulang dari Malaysia, Belasan Pekerja Dikarantina di Stadion Gejos Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Daerah Gresik tidak main-main mencegah penyebaran virus Covid-19. Khususnya, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di negeri ‘Jiran Malaysia’. Tak ingin kecolongan kasus di negara India terjadi di Gresik, Pemkab menyediakan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) sebagai tempat karantina.

Ada 11 PMI asal Malaysia yang tiba di Stadion Gejos. Mereka langsung masuk karantina dengan menumpang dua kendaraan mini bus.

Sebelum mereka tiba dari tempat bekerja di luar negeri melalui bandara Juanda, Surabaya. Terlebih dulu dikarantina di Asrama Haji, Sukolilo. Dua hari disana, mereka dijemput menggunakan minibus milik Pemkab Gresik.

Para pekerja migran tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. Ada yang berasal dari Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean dan ada pula yang dari Kecamatan Sidayu.

Salah satu pekerja migran Makmun (29) asal Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Dia sudah tujuh tahun bekerja di Malaysia mengaku agak canggung saat tiba di Gresik. Sebab, masih harus menjalani karantina lagi sebelum pulang.

“Ya mau bagaimana lagi, demi Indonesia,” ungkapnya, Jumat (29/04/2021).

Sesuai dengan arahan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah penguatan PPKM berskala mikro. Para PMI asal Gresik harus dikarantina terlebih dahulu di Gejos sebelum pulang. Hal ini untuk mencegah klaster baru, apalagi mereka berasal dari luar negeri.

Para PMI ini baru diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama tiga hari kedepan. Kemudian, dilakukan tes swab antigen. Jika hasilnya negatif, maka mereka diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Samsul Arifin, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Disnaker Gresik, menjelaskan, hari ini ada tambahan pekerja migrain yang datang.

“Total ada11 PMI yang dijemput. Enam orang pulang dari Malaysia dan lima lainnya dari Singapura. Mereka wajib menjalani karantina selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar