Politik Pemerintahan

PTSL Targetkan 54 Ribu Bidang Tanah di Malang Selesai Tahun Ini

Malang (beritajatim.com) – Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kabupaten Malang ditargetkan mencapai 54 ribu bidang tanah pada 2019 ini.

Demikian disampaikan Tim Sosialisasi PTSL, Iptu Sutiyo, Rabu (23/1/2019) siang. Pria yang juga menjabat Kanit IV Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Malang ini, mewanti-wanti agar tidak ada tarikan atau pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan PTSL.

“Kenapa kami tekankan jangan ada pungli, karena ini instruksi Presiden (Inpres) langsung nomer 2 tahun 2018. Patuhi aturan dan sesuai undang-undangnya terkait pengurusan tanah tersebut,” terang Sutiyo.

Tujuan dari PTSL, lanjut Sutiyo, untuk mengetahui sisi yuridis dan fisik dari tanah. Tujuan pertama yakni legalitas tanah. Kedua meningkatkan nilai jual tanah. Ketiga menghindari konflik atau sengketa tanah.

“Tujuan dari PTSL sesuai PP nomer 24 Pasal 32 tahun 1992 tentang pendaftaran tanah. Apabila sudah jujur kondisi dan keberadaan tanah sudah masuk PTSL, otomatis akan muncul sertifikat. Sehingga kalau ada gugatan tidak bisa diterima lagi,” beber Sutiyo.

Dari PTSL nantinya, tambah Sutiyo, tanah pasti sudah tersertifikat karena sudah masuk tahap clear and clean.

“Bahasa yang paling mudah adalah, melalui PTSL ini seluruh tanah nantinya akan di data, pemutahiran data tanah berapa luasnya. Pemutahiran data tanah di Indonesia secara keseluruhan, ditargetkan pemerintah selesai tahun 2023. Kalau untuk tahun 2019 ini, target kami 54 ribu bidang tanah di Kabupaten Malang sudah dimutahirkan,” paparnya.

Masih kata Sutiyo, soal pengurusan rawan pungli, karena PTSL ini sudah dibiayai oleh negara melalui APBN. Namun, ada subsidi yang dibebankan pada pemohon atau masyarakat sebesar Rp150 ribu untuk wilayah Jawa.

“Tapi ada juga yang negara tidak membiayai. Seperti pemasangan patok, pemberkasan, materai dan juga biasa jasa angkut. Itu menjadi tanggungan pemohon. Hanya saja perlu disepakati sesuai Perbup berapa kisarannya yang jadi tanggungan pemohon,” Sutiyo mengakhiri. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar