Politik Pemerintahan

PTPN XI Tawarkan Fasilitas Klinik untuk Tangani Pasien Covid-19 di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Di Kota Surabaya saat ini terdapat 299 orang yang telah dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Namun, sayangnya tidak semua dari 299 pasien tersebut yang bisa menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit.

Saat ini, yang berada dalam perawatan ruang isolasi rumah sakit hanya sekitar 107 orang saja. Sedangkan, sekitar 190-an lainnya terpaksa melakukan rawat jalan dan melakukan karantina di rumah masing-masing.

Kondisi ini bukan karena kemauan dari pasien yang bersangkutan, malainkan karena kondisi rumah sakit yang sudah tidak memiliki ruang isolasi untuk menampung pasien yang dinyatakan positif terserang Covid-19.

Kondisi kurangnya daya tampung rumah sakit untuk merawat pasien positif corona ini diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melakukan Pers Rilis di halaman Balai Kota Surabaya pada Senin (20/4/2020).

“Kemarin saya minta Rumah Sakit yang ada di Kota Surabaya untuk menerima seluruh pasien warga Surabaya yang dinyatakan positif. Namun, kondisinya memang sudah tidak cukup lagi, akhirnya hanya 107 yang bisa ditampung di rumah sakit dan lainnya terpaksa dirawat di rumah masing-masing,” terang Wali Kota Risma dalam sebuah pemberitaan.

Untuk mengatasi kurangnya ruang isolasi untuk pasien positif Covid-19 di Surabaya, PTPN XI melalui Komisaris Utamanya Dedy Mawardi menawarkan kepada Wali Kota Surabaya untuk menggunakan fasilitas klinik kesehatan yang dimiliki oleh PTPN XI. “Kita tawarkan ke Bu Risma untuk menggunakan bangunan dan fasilitas kesehatan di Klinik Welas Asih Medika (WAM) Ngagel,” ujar Dedy.

Klinik Welas Asih Medika (WAM) saat ini ditutup oleh Pemkot Surabaya, tapi bangunan dan fasilitas kesehatannya masih bisa difungsikan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 yang masih di isolasi mandiri. “Kami menawarkan fasilitas itu digunakan oleh Pemkot Surabaya, tinggal diubah sedikit sudah bisa jadi ruang isolasi. Kami berharap tawaran ini bisa disambut oleh Bu Risma,” pungkas Dedy Mawardi. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar