Politik Pemerintahan

Sejak 2017 Tak Gelar RUPS PI Blok Cepu

PT SER Menilai Pemkab Bojonegoro Rugikan Investor Masuk

Bojonegoro (beritajatim.com) – Diki Andikusumah, Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER) sebagai mitra Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bojonegoro dalam hal ini PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dalam pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Cepu merasa sangat dirugikan.

Alasannya, sejak 2017 Pemkab Bojonegoro, yakni dalam hal ini PT ADS tidak melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berdampak tidak adanya pengembalian investasi dan juga dividen kepada Pemkab Bojonegoro untuk kemudian dinikmati oleh rakyat Bojonegoro.

Terlebih, lanjut dia, Pemkab Bojonegoro yang selalu menegaskan bahwa agenda RUPS terkait pengembalian investasi dan pembagian dividen tidak akan dapat dilakukan hanya oleh pemegang saham sendiri sesungguhnya adalah sebuah pernyataan yang keliru. “Hal itu selain sangatlah keliru juga sudah memiliki tendensi untuk menyesatkan opini publik,” ujarnya, Rabu (22/7/2020).

Diki menilai, pengembalian investasi dan dividen tetap dapat dilaksanakan sepanjang para pemegang saham sepakat untuk mengadakan RUPS sebagai organ tertinggi di dalam sebuah Perseroan Terbatas yang mana kemudian para pemegang saham menyetujui agenda pengembalian investasi dan pembagian dividen tersebut.

“Sikap dan pernyataan Pemkab Bojonegoro justru sangatlah paradox dan berkontradiksi dengan fakta yang terjadi. Pemkab Bojonegoro menyatakan bahwa SER yang tidak beritikad baik untuk tidak mengadakan RUPS dan akhirnya menyebabkan kerugian daerah,” ungkapnya.

Namun, Diki menampik hal itu, karena semenjak 2017 dan resminya Bupati definif pada 2018, pihak SER mengaku telah berkali-kali mengajukan permohonan agar dilakukan RUPS Tahunan sehingga pengembalian investasi dan juga dividen kepada Pemkab Bojonegoro dapat dilakukan untuk kemudian dinikmati oleh rakyat Bojonegoro.

“Dengan demikian justru pihak Pemkab Bojonegoro yang telah menyebabkan daerah beserta rakyatnyatidak mendapat hasil dividen selama 2 tahun belakangan ini,” tegasnya.

Meurutnya, dengan tidak digelarnya RUPS sejak 2017 itu, kerugian justru dialami oleh PT SER sebagai investor dan penyandang dana dari ADS karena hingga detik ini belum bisa menerima pengembalian investasi yang memang sudah menjadi hak dari PT SER.

Sementara Sekda Bojonegoro Nurul Azizah melalui telepon maupun pesan singkat yang dikirim oleh jurnalis beritajatim.com belum mendapat konfirmasi hingga berita ini ditulis. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar