Politik Pemerintahan

PT Pos Indonesia (Persero) Salurkan Bantuan Sosial Tunai untuk 41.498 KPM

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat memantau kelancaran penyaluran Bantuan Sosial Tunai di Pendapa Kecamatan Mojoanyar. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada 47.657 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Mojokerto yang menerima Bantuan Sosial Tunai, sedangkan bantuan yang disalurkan melalui fasilitas PT Pos Indonesia (Persero) sebanyak 41.498 KPM. Penyaluran pertama kali di Kabupaten Mojokerto dilakukan di tiga tempat.

Yakni di Pendapa Kecamatan Mojoanyar, Pendapa Kecamatan Bangsal dan Pendapa Kecamatan Kutorejo. Bupati Mojokerto, Pungkasiadi ikut turun langsung memantau kelancaran penyaluran bantuan. Dalam penyalurannya, petugas menerapkan physical distancing dan memakai masker.

“Mudah-mudahan bisa segera cair (bansos), ini semua juga untuk peningkatan daya beli masyarakat. Bantuan ini sekali lagi saya tekankan, tidak boleh dobel atau ganda. Semua proses akan kita laksanakan secara seksama. Ingat, terapkan protokol kesehatan Covid-19 di acara ini,” ungkap Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Kamis (14/5/2020).

Masih kata Bupati, karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus. Kini juga ada Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga diharapkan masyarakat bisa menjaga physical distancing, memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga kebersihan. Besaran bantuan sosial tunai per keluarga per bulan sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan yakni bulan April, Mei hingga Juni 2020.

Bantuan disalurkan secara tunai kepada para penerimanya. Penyaluran bantuan sosial tunai melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diberikan kepada KPM yang terdapat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berdasarkan hasil pengecekan kepemilikan rekening pribadi oleh Himbara.

KPM usulan daerah yang tidak memiliki rekening bank, maka penyalurannya akan dilakukan oleh PT Pos Indonesia seperti kali ini. Adapun total bantuan sosial tunai Kabupaten Mojokerto sebanyak 47.657 KPM, dimana 6.159 KPM telah menerima bantuan tersebut melalui rekening pribadi masing-masing melalui Himbara.

Yakni dari Bank BRI, BNI, Mandiri dan Bank BTN pada 28 April 2020, sedangkan bantuan yang disalurkan melalui fasilitas PT Pos Indonesia. Sebanyak 41.498 KPM disalurkan PT Pos Indonesia bersama pendamping sosial mulai tanggal 14 Mei 2020 sampai 19 Mei 2020 di pendapa kecamatan masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Kantor POS Indonesia Cabang Mojokerto, Yohanes Teguh Santoso menjelaskan, seluruh warga yang terdata BLT akan menerima undangan yang di dalamnya terdapat barcode dan harus diinput saat akan mencairkan dana sebesar Rp600 ribu tersebut. “Warga datang, bawa KTP dan undangan yang diterima,” jelasnya.

Barcode yang di undangan di foto dan dikirimkan ke aplikasi Pos Giro Cash. Baru setelah itu, lanjut Teguh, KPM, uang tunai dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan difoto oleh petugas. Hal ini menghindari data yang tumpang tindih. Jika berhalangan hadir karena sakit, maka KPM bisa diwakilkan namun harus disertai surat keterangan dari pihak desa.

Selain kegiatan pendistribusian zakat fitrah dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai, di hari yang sama Bupati juga menerima bantuan logistik penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto dari PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto (JSM) kepada warga di dua desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Yakni warga di Desa Canggu dan Penompo. Berupa 1.000 paket sembako (5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula dan 10 bungkus mie). Tak berhenti mengalir, bantuan logistik juga datang dari PG Gempolkrep berupa 1 ton gula pasir. Bantuan gula ini akan dikemas menjadi 5.000 paket dengan bobot kemasan per 1 kg.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar