Politik Pemerintahan

PT INKA Siapkan Tenaga Lulusan SMK

Banyuwangi (beritajatim.com) – Tak lama lagi, pabrik PT Industri Kereta Api (INKA) Persero di Banyuwangi akan segera dibangun. Peresmian pembangunan telah dilakukan.

Bahkan, saat ini telah dalam tahap pertama pembangunan pabrik kedua kereta api di Indonesia itu. Pihak INKA juga telah mengkonfirmasi setidaknya bulan Agustus 2020, pabrik akan selesai.

Selesainya pabrik tentunya dibutuhkan SDM tenaga kerja yang mumpuni di bidangnya. Demi menyiapkan itu, pihak Kementerian BUMN dan PT INKA telah bekerjasama dengan sejumlah sekolah SMK di Banyuwangi dan Kabupaten Jember.

Menteri BUMN Rini Soemarno telah memberikan lampu hijau terkait kerjasama tersebut. Bahkan, pihaknya telah mengunjungi langsung Sekolah Vokasi Binaan dan Kelas Industri PT Industri Kereta Api (Persero)  tepatnya di SMKN 1 Glagah, Banyuwangi.

“Ini menjadi impiannya BUMN dapat merangkul SMK untuk nantinya mereka bisa bekerja di BUMN,” kata Menteri Rini, Rabu (17/7/2019).

Progres pembangunan pabrik kedua PT INKA, kata Rini, begitu cepat. Sehingga, dapat dengan cepat pula sekolah menyiapkan anak didiknya.

“Tahun depan pabrik akan selesai, jadi sekolah bisa menyiapkan lebih cepat dan besok bisa mulai melamar di PT INKA Banyuwangi. Paling lama, bulan Agustus tahun depan atau sebelum ulang tahun PT INKA selesai, sehingga mereka dapat bekerja di terima sana,” ungkapnya.

Menurut Rini, pabrik kereta industri di Indonesia ini lebih unggul. Di Madiun lahannya mencapai 22 hektar, sedangkan di Banyuwangi ada 82 hektar.

“Karena nantinya kita akan membangun beberapa pabrik. Kita juga bekerja sama dengan Amerika untuk pembuatan lokomotif diesel. Yang nantinya juga saya harapkan bisa memanfaatkan bio fuel, yang bahan bakunya dari pengembangan kelapa sawit dalam negeri,”

“Kita juga kerja sama dengan pihak Steadler dari Swedia. Nantinya mereka yang akan membuat kereta penggerak listik. Pabrik kita ini, pabrik kereta terbesar di ASEAN, sehingga hasilnya bisa diekspor dari pabrik ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, pihaknya telah membantu mempersiapkan tenaga untuk industri kereta api. Sehingga jika pabrik sudah selesai, tenaga juga akan siap. Setidaknya ada 5000 tenaga kerja yang bakal terserap dari industri ini.

“Tenaga kerja sifatnya khusus, di SMKN 1 Glagah ini ada dua kelas. Sementara ada beberapa yang telah kerjasama antara lain,  SMKN Cordova Tegalsari, SMK Muhamadiyah 6 Rogijampi, SMK Ihya Ulumudin, SMKN 2 Jember,” kata Budi.

Lebih lanjut, kata Budi, bagi siswa yang nantinya ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi bisa masuk ke Politeknik Madiun. Lulusan terbaik juga dapat direkomendasikan masuk D4 di Poltek tersebut.

“Nantinya, mereka yang mau bekerja akan dites akan dididik di Madiun dan bekerja di sana,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Glagah, Banyuwangi, Panuri mengatakan jurusan kelas indutri INKA telah diresmikan. Ada dua jurusan yang merujuk ke industri itu yaitu, teknik las dan mesin.

“Harapannya suasana kerja lebih baik, kejuruan dan soft skill menuju industri lebih matang. Semuanya ini sesuai standart PT INKA,” katanya.

Tahap awal, kata Panuri, ada dua kelas di masing-masing tingkat. Mereka juga harus melakukan seleksi untuk dapat diterima di dua jurusan tersebut.

“Seleksi mulai tahun ini, seleksi berkolabirasi dengan PT INKA, tanggal 20 Juli ini baru akan melakukan seleksi. Kelas 10 maksimal 36 siswa,”

“Seleksi dilakukan seauai peminatan, kompetensi standart INKA, minat untuk soft skill, (sikap, nilai kinerja) teknik las terservikasi dengan 3G,” jelasnya.

Tidak hanya itu, para siswa juga mendapat kurikulum berbeda dari pada umumnya. Termasuk pengajar dan peralatan.

“Mulai kurikulum, guru, peralatan, sesuai dengan standar INKA. Bedanya kurikulum tentunya sesuai dengan dunia industri yang terkait. Untuk pengajar berkolaborasi dengan sekolah dan INKA yang sifatnya guru tamu. 1 semester minimal 6 kali, sampai 20 kali sampai dengan kebutuhan,” pungkasnya. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar