Politik Pemerintahan

PSSB Jilid III di Sidoarjo Perkuat Desa Sebagai Ujung Tombak

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji di posko kampung tangguh Desa Pepelegi, Waru Selasa (26/5/2020).

Sidoarjo (beritajatim.com) – Berbagai persiapan dimatangkan dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Pada PSBB tahap tiga, salah satunya adalah difokuskan pada penguatan desa dan perkampungan sebagai ujung tombak memutus mata rantai Covid-19.
Pada PSBB tahap ke tiga, akan fokus ke desa-desa dan perkampungan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Optimalisasi peran dan kewenangan kepada kepala desa, lurah, terutama RT/RW dalam memfilter orang dari luar masuk ke desa, lebih memperhatikan orang di usia 50 tahun yang mempunyai penyakit bawaan agar tidak terjangkit Covid-19, dan edukasi ke masyarakat agar tidak mengalami kejenuhan dengan pemberlakuan PSBB tersebut.

“Melalui optimalisasi peran posko Covid-19 dan Kampung Tangguh sebagai ujung tombak, agar dapat langsung mengawasi warga di desa,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji di posko kampung tangguh Desa Pepelegi, Waru Selasa (26/5/2020).

Kapolresta Sidoarjo menjelaskan jika strategi perkuat ujung tombak di desa-desa melalui adanya posko Covid-19 dan Posko Kampung Tangguh ini akan berperan aktif membantu pemerintah dalam mengedukasi warga tentang bahaya Covid-19.

Sehingga apa yang selama ini dalam PSBB sebelumnya sudah ada, akan diperkuat dengan adanya posko kampung tangguh.

Didalam program tersebut, desa-desa sudah mempunyai SOP atau protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya, termasuk penyediaan ruang isolasi bagi warga yang terjangkit.

Sedangkan di Kabupaten Sidoarjo, ada beberapa kecamatan zona merah yang akan menjadi perhatian khusus, agar lebih ketat dan maksimal dalam menjalankan program kampung tangguh di PSBB tahap tiga.

“Kecamatan yang akan lebih diperkuat dengan adanya kampung tangguh, seperti Waru, Taman, Sidoarjo Kota dan menyusul adalah Jabon. Semoga berjalannya nanti dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” papar Sumardji. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar