Politik Pemerintahan

PSI Salurkan Seribu APD ke 10 Puskesmas, 2 Klinik dan 1 RS

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah dua minggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun angka kasus Covid-19 masih terus meningkat di Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, DPD PSI Kota Surabaya menyalurkan 1.000 alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat dan masker medis kepada 10 Puskesmas, 2 Klinik dan 1 Rumah Sakit di Surabaya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan tenaga kesehatan di Surabaya dalam perjuangan melawan Covid-19.

Bantuan ini diterima dengan baik oleh perwakilan masing-masing instansi. Salah satu klinik yang menerima adalah Pusat Layanan Kesehatan Unair Surabaya yang diterima langsung oleh drg Erna Junaedi selaku Direktur Pusat Layanan Kesehatan Unair. Pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan APD dalam mengahadapi pandemi ini.

Ketua DPD PSI Kota Surabaya, Yusuf Lakaseng bersyukur bisa berkontribusi membantu para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan Covid-19.

“Para tenaga kesehatan sangat rentan terinfeksi virus Covid-19, karena mereka tidak terlindungi dengan baik. Terlebih belum seluruh tenaga kesehatan menerima vaksin, karena butuh proses dan waktu. Kami tidak ingin melihat tenaga kesehatan berjuang melawan Covid-19 dengan APD ala kadarnya. Oleh karena itu, melalui APD ini kami harap dapat melindungi tenaga kesehatan yang selalu berjuang di garda terdepan,” jelasnya.

Yusuf kembali mengingatkan masyarakat Surabaya untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, agar jumlah kasus Covid-19 dapat menurun, sehingga PPKM tidak diperpanjang lagi. Menurutnya, PPKM membawa dampak yang tidak baik bagi roda perekonomian.

“Masyarakat saat ini tidak ada pilihan lain selain wajib meningkatkan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, mengingat data kasus Covid-19 di Surabaya terus meningkat. Perpanjangan PPKM adalah langkah simalakama, tapi itu harus diambil oleh pemerintah karena penyebaran Covid-19 belum juga melandai. Pembatasan pergerakan masyarakat pasti memukul perekonomian, makanya masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan agar PPKM tidak diperpanjang lagi,” tegasnya.

Yusuf juga berharap proses vaksinasi tahap pertama dapat segera diselesaikan, dan dilanjutkan ke tahap vaksinasi berikutnya sesuai dengan aturan Kemenkes.

“Kami berharap proses vaksinasi sebagai solusi permanen pemberantasan virus Covid-19 berjalan lancar dan cepat. Terutama semua tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 dalam waktu yang cepat semua telah divaksinasi, setelah itu segera menyusul ke semua masyarakat,” pungkasnya. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar