Politik Pemerintahan

PSI Nilai Kasus Stella Monica Tak Layak Dipolisikan

Marina Lipesik

Surabaya (beritajatim.com) – Nasib malang adalah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang dialami Stella Monica. Perempuan yang hampir menginjak usia 26 tahun ini dipolisikan karena mengunggah keluhan tentang hasil perawatan di salah satu klinik kecantikan.

PSI Surabaya yang diwakili oleh Dr Rachmat menyampaikan bahwa sebagai konsumen, Stella tidak layak dipolisikan. “Sebagai konsumen yang mengeluhkan pelayanan sebuah klinik kecantikan karena merasa dirugikan, Stella sangat tidak layak dikriminalkan. Dia adalah korban dari malpraktik yang mestinya dilindungi oleh UU Perlindungan Konsumen,” tutur Rachmat.

Marina Lipesik,  Wakil Sekretaris DPD PSI Kota Surabaya menambahkan, Stella adalah korban kesekian kalinya dari deretan korban yang diduga dikriminalisasi oleh pasal karet yang ada di UU ITE. Tidak hanya itu, dia juga menyayangkan kejadian ini apalagi saat ini pemerintah sedang mengkaji pasal-pasal karet dalam UU ITE untuk direvisi.

“Semestinya pasal-pasal itu tidak layak lagi dipakai di peradilan, karena masih dalam proses kajian ulang. Atas nama hak konsumen dan kebebasan berpendapat, Stella harus dibebaskan oleh hakim,” kata Marina.

Bernike Hangesti, selaku Koordinator Divisi Perempuan dan Anak PSI Surabaya, mengatakan bahwa divisi mereka siap untuk berada di belakang perempuan yang diduga sedang mengalami kriminalisasi.

Beliau juga menambahkan, perempuan memiliki porsi yang sama di depan hukum. Hak berbicara dan hak bersikap serta berekspresi menjadi hak yang wajib dilindungi oleh UU.

Untuk langkah selanjutnya, Bernike mengatakan dia dan rekan divisinya akan memberikan dukungan psikologis untuk semua elemen yang membantu. “Mungkin untuk pertama kali adalah dukungan psikologis perempuan dan kami mendukung pergerakan kawan-kawan koalisi dan LBH Surabaya dalam perjuangan menegakkan kebenaran,” pungkasnya. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar