Politik Pemerintahan

PSI: Lontong Cap Go Meh, Asimilasi Budaya Tionghoa dan Jawa

Surabaya (beritajatim.com) – Hari Cap Go Meh tahun ini jatuh pada Jumat (26/2/2021). Cap Go Meh sendiri adalah akhir dari rangkaian perayaan Imlek yang dirayakan pada tanggal 15 (lima belas) pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.

Erick Komala S.H., William Wirakusuma S.T. , M.Sc. dan Alfian Limardi, S.T. Tiga Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merayakan Cap Go Meh tahun ini dengan makan malam bersama warga Kapasan Dalam yang merupakan kampung pecinan Surabaya yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Bu Risma.

“Rangkaian acara peringatan Imlek ditutup dengan Cap Go Meh, yaitu 14 hari setelah Hari Raya Imlek. Biasanya warga keturunan Tionghoa makan malam bersama dengan keluarga maupun para tetangga,” kata Alfian Limardi, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya.

Alfian mengatakan bahwa dalam makan malam tersebut, Lontong Cap Go Meh adalah hidangan yang selalu ada dalam jamuan makan malam di perayaan Cap Go Meh dan hanya ada di Nusantara.

Lontong Cap Go Meh sendiri terdiri dari Lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telor pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal dan kerupuk.

“Dalam perayaan Cap Go Meh tiap tahunnya, kita akan merasakan asimilasi dan adaptasi peranakan Tionghoa di Surabaya dengan budaya Jawa melalui Lontong Cap Go Meh,” jelas Erick Komala, S.H., Wakil Ketua DPD PSI Kota Surabaya.

Erick berharap agar pandemi ini segera selesai sehingga warga Surabaya bisa merasakan suasana rangkaian Perayaan Imlek di Kampung Pecinan Surabaya itu, sehingga warga Surabaya dapat saling mengenal lebih dekat.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Alm. Gus Dur dan keluarga sehingga Rangkaian perayaan Imlek sekarang ini bisa dirayakan, beliau yang mengizinkan kembali perayaan Imlek saat beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia” pungkas Erick. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar