Politik Pemerintahan

PSI Diharap Segera Ambil Sikap Terkait Pilwali Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus mendapatkan dukungan untuk bersaing di Pilwali Surabaya 2020. Lebih tepatnya, dukungan ini diberikan kepada politisi muda PSI, Dhimas Anugrah.

Dukungan itu sendiri datang dari organisasi masyarakat Transforming Indonesia Movement (TIM). Pengurus TIM mengaku saat ini sedang mengambil langkah teknis terkait dukungan mereka bagi Dhimas di Surabaya.

Ketua Departemen Hubungan Antar-Lembaga TIM, Petrus Sihombing menyatakan, ia bersama rekannya tengah membuat data-data daftar simpul yang tergabung di dalam wadah TIM di Surabaya. Hal ini dilakukan demi upaya sinergi dan kolaborasi kekuatan yang dimiliki oleh TIM demi memajukan dan memenangkan Dhimas Anugrah dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020.

“Setelah sudah manyolidkan database, temen-teman TIM yang sudah bersinergi siap menjadi ‘duta’ untuk mempromosikan Cak Dhimas Anugrah untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020. DPP PSI juga diharapkan segera menerbitkan Surat Keputusan atau rekomendasi agar politisi muda yang studi di Oxford Inggris itu maju di Pilwali Surabaya pada 2020,” ujar Petrus.

“Kami melihat Cak Dhimas Anugrah mempunyai visi dan misi yang sama dengan kami dan PSI. Cak Dhimas juga kader terbaik PSI di Surabaya, tentunya PSI perlu melihat momentum ini sebagai modal dan langkah awal yang baik,” tambahnya.

Peraih predikat Summacumlaude pada Magister Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara itu juga menerangkan bahwa Dhimas Anugrah merupakan putra asli daerah Surabaya. Sehingga, sudah tentu Ia memahami situasi dan kultur khas Surabaya.

“Dengan ilmu yang sudah Cak Dhimas pelajari di Oxford, juga kemampuan organisasi yang sudah ia pupuk, saya kira itu menjadi dasar bahwa Cak Dhimas merupakan kader PSI yang paling cocok untuk diberikan rekomendasi maju dalam pilwali surabaya 2020,” imbuhnya.

TIM yang memiliki basis massa 1.2 juta orang muda tersebut mendorong dan mengharapkan Dhimas Anugrah bisa membuat Kota Surabaya menjadi kota yang lebih maju. “Kepemimpinan Ibu Risma selama sepuluh tahun membuat Surabaya keren. Nah sekarang Cak Dhimas diundang untuk berbuat lebih, yaitu lebih dari yang Ibu Risma lakukan,” tegasnya.

“Terus tanamkan semangat nasionalisme di kalangan anak muda dengan membuat program-program yang tepat sasaran,” tutup Petrus.

Di sisi lain, dalam kesempatan berbeda, peneliti muda dari Liang Research,l Natalia Liang mengatakan bahwa mulai maraknya dukungan terhadap para bakal calon yang hendak berkontestasi di Pilkada adalah hal wajar. “Ikhtiar dukung-mendukung cawali itu kan wajar aja menjelang hajatan politik. Ya itu patut kita hargailah. Yang penting sekarang justru bagaimana lobi politik yang riil ke parpol-parpol,” katanya.

Terkait maraknya dukungan kepada Dhimas Anugrah, Natalia mengatakan bahwa hal tersebut wajar dilakukan tetapi terkesan prematur. Natalia mendorong semua elemen masyarakat yang menyatakan dukungan kepada tokoh-tokoh untuk maju di Pilwali Surabaya, termasuk Dhimas Anugrah, agar memastikan apakah tokoh yang mereka dukung itu memiliki kredibiltas yang mumpuni sebagai calon Wali Kota.

“Liang Research coba menghubungi beberapa orang yang masuk bursa cawali kami, termasuk Mas Dhimas, tapi sampai sekarang masih sulit mendapat keterangan dari dia,” ujar peneliti muda tersebut.

“Liang Research belum mendengar pernyataan resmi dari Mas Dhimas apa dia bersedia maju ke Pilwali Surabaya, ini yang membuat kami ragu apa Mas Dhimas benar-benar mau maju ke Pilwali atau sekadar membuka jalan bagi calon lain dari PSI, mungkin itu bisa saja itu Grace Natalie atau Tsamara, atau tokoh di luar PSI,” pungkas Natalia Liang. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar