Politik Pemerintahan

PSBB Malang Raya Dibahas Malam Ini, PSBB Surabaya Raya Masih Dievaluasi!

Surabaya (beritajatim.com) – Koordinator Satgas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jatim sekaligus Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono belum bisa memastikan apakah PSBB di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) yang sudah berlangsung selama 10 hari sejak 28 April itu akan diperpanjang atau tidak.

“PSBB Surabaya sudah memasuki hari kesepuluh. Nanti pada 11 Mei seharusnya sudah berakhir. Apakah akan diperpanjang PSBB di Surabaya Raya? Lihat nanti. Kami akan evaluasi dulu yang sudah berjalan 10 hari ini. Bu Gubernur akan mengevaluasi secara komprehensif, apakah perlu diperpanjang atau tidak,” kata Heru kepada wartawan saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah meninjau Posko Dapur Umum Provinsi di Kantor Kodim 0817/Gresik, Kamis (7/5/2020).

Bagaimana dengan pengajuan PSBB Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu)? “Malam ini akan kami bahas. Surat permintaan PSBB Malang Raya masih kami lihat dulu dan akan ditentukan malam ini kemungkinan dilaksanakannya PSBB di Malang Raya,” tuturnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus positif di Surabaya Raya yang melaksanakan PSBB belum menunjukkan kurva yang menggembirakan. Hingga kemarin, ketiga daerah tersebut masih mengalami peningkatan jumlah kasus positif.

Anehnya, pada saat tren kenaikan kasus positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) meningkat, justru tren orang dalam pemantauan (ODP) malah melandai.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, perkembangan update Covid-19 di Jatim telah mencapai 1.220 positif atau bertambah 58 kasus dari hari sebelumnya. Dari penambahan tersebut, untuk Kota Surabaya tercatat mengalami peningkatan paling tinggi sebanyak 17 kasus, sehingga totalnya menjadi 586 kasus positif.

Sementara Kabupaten Sidoarjo meningkat 11 kasus dan totalnya menjadi 140 pasien positif. Kabupaten Gresik bertambah enam kasus dan totalnya menjadi 36 kasus.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menambahkan, progress epidemiologi tiga daerah PSBB di Surabaya Raya belum menunjukkan grafik yang menggembirakan.

Sebab, penambahan kasus di Surabaya tetap yang paling besar kemudian disusul Sidoarjo, Magetan, Lamongan, Kabupaten Malang dan Gresik. “Kasus confirm positif di tiga daerah PSBB ini grafiknya tidak menggembirakan. Trennya masih naik dari ketiganya dan perlu mendapatkan perhatian lebih dalam,” tutur dr Joni.

Tidak hanya kasus positif, tren untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) day by day, juga mengalami kenaikan khsususnya untuk Surabaya. Sementara untuk Sidoarjo dan Gresik mulai melandai. “Kita harus berupaya maksimal untuk Surabaya,” ungkap dr Joni.

Selain positif dan PDP, dr Joni juga menjelaskan tren penurunan ODP di tiga daerah tersebut. Ketiga-tiganya justru menunjukkan tren yang menurun. Fenomena ini otomatis membuat Pemprov harus lebih waspada. Karena jika kasus confirm dan PDP naik, kemudian ODP turun maka itu merupakan sesuatu yang harus dianalisis lebih dalam.

“Kalau ODP turun, PDP turun dan confirm turun itu sangat menggembirakan. Tapi ini positif naik, PDP naik, terus ODP turun,” pungkas dr Joni yang juga Dirut RSU dr Soetomo Surabaya ini. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar