Politik Pemerintahan

PSBB Jilid Dua di Gresik Diberlakukan Full 24 Jam

Gresik (beritajatim.com) – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kedua di wilayah Kabupaten Gresik selama 14 hari kedepan, telah resmi diberlakukan lagi. Bedanya, dalam PSBB kali ini tidak ada istilah jam malam. Tapi, lebih ditekankan full selama 24 jam.

Berdasarkan SK Bupati Gresik 188/349/HK/437.12/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dalam penaganan COVID-19 di Kabupaten Gresik Jilid II yang berlaku mulai 12 sampai 25 Mei 2020. Pemkab Gresik akan memperketat pengamanan dan pengawasan dengan menambah personil TNI maupun Polri.

“Kami butuh sebanyak 1.200 anggota TNI dan Polri yang akan menjaga sampai ke tingkat kecamatan dan desa selama 24 jam. Cek poin sebanyak 16 titik ini harus ditingkatkan efektivitasnya non stop 24 jam,” ujar Bupati Gresik Sambari Halim Radianto kepada wartawan, Selasa (12/05/2020).

Sambari meminta pada PSBB jilid II yang diberlakukan di Gresik, bisa lebih berhasil dibanding PSBB yang pertama. “Semua masyarakat Gresik harus patuh. Kami bersama Polres Gresik berencana agar setiap pelanggaran akan diikuti sanksi. Misalnya, dalam pengurusan SKCK dan SIM,” tuturnya.

Kepada semua personil lanjut dia, dirinya meminta agar lebih aktif lagi dalam melaksanakan tugas, pengawasan lebih ditingkatkan agar pencegahan Covid-19 di Gresik bisa berhasil. Selain itu, penyemprotan desinfektan harus lebih ditingkatkan. Bila ada orang dalam pemantauan (ODP) jangan sampai menjadi pasien dalam pengawasan (PDP). Kalau yang sudah PDP harus bisa segera disembuhkan. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) juga harus memantau rapid test yang ada di perusahaan tidak hanya menerima laporan.

Kepada Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, dihimbau agar lebih meningkatkan pengawasan pada pasar-pasar yang ada di Gresik.

“Selain meningkatkan pengawasan sesuai protokol Kesehatan WHO untuk para pedagang dan pengunjung pasar, agar memasang banyak spanduk tentang pshysical distancing. Kalau bisa semua pasar termasuk pasar desa,” ungkap Sambari.

Ia menambahkan, yang paling penting pada PSBB Jilid II ini. Dirinya, tidak mau mendengar ada warga yang kelaparan. Semua warga harus tanggap dengan hal ini terutama aparat yang ada di tingkat desa.

“Tolong pihak pemerintah desa harap mencatat secara teliti kepada warganya yang butuh bantuan. Jumlah dapur umum akan ditingkatkan tiga kali lipat dari awalnya yang hanya ada di setiap kecamatan sejumlah 16 tempat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Gresik, Nadlif menyatakan pelaksanaan PSBB jilid II ini dilakukan selama 24 jam. Jadi tidak hanya memberlakukan jam malam saja. Dirinya, mengakui jumlah perkembangan penyebaran Covid-19 di Gresik sangat landai dibanding beberapa kabupaten kota yang lain.

“Pada PSBB Jilid II ini, kami berharap kesadaran itu lebih ditingkatkan misalnya dengan tetap tidak melaksanakan kegiatan berjamaah di masjid dan mushollah,” paparnya.

Pada PSBB Jilid II tersebut tim Satgas Penanganan Covid-19 Gresik bersama TNI-Polri akan menindak setiap kerumunan masa pada saat siang maupun malam, dengan harapan agar pencegahan Covid-19 bisa lebih berhasil. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar