Politik Pemerintahan

PSBB Dicabut, Aktivitas Warga Kabupaten Malang Bisa Normal Bersyarat

Malang (beritajatim.com) – Masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk Malang Raya berakhir Sabtu (30/5/2020). Selanjutnya, pemerintah daerah mulai menyiapkan skema masa transisi ke fase New Normal.

“PSBB Malang Raya tidak diperpanjang, dan hanya berlaku dua pekan, mulai 17 Mei hingga 30 Mei 2020. Saat ini, kami mempersiapkan masa transisi new normal life,” ungkap Bupati Malang HM  Sanusi, saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim No.7 Kota Malang, Jumat (29/5/2020).

Dengan berakhirnya PSBB Malang Raya, lanjut Sanusi, dirinya saat ini sedang mempersiapkan Perbup (Peraturan Bupati) untuk menunjang penerapan New Normal Life tersebut. “Saat ini perbup-nya sedang proses, berkasnya sudah dipersiapkan. Besok dirapatkan sehingga sebelum tanggal 1 Juni 2020 sudah diteken,” tutur Sanusi.

Menurut Sanusi, Perbup tersebut tidak jauh berbeda dengan Perbup saat diberlakukan PSBB. Namun, akan diperlonggar selama diberlakukan new normal life. Kelonggaran tersebut, secara garis besar memperbolehkan masyarakat untuk beraktifitas secara normal. Syaratnya, protokol kesehatan seperti pakai masker, menjaga kebersihan, rutin cuci tangan, dan selalu jaga jarak aman tetap diwajibkan selama new normal.

Bupati Malang HM Sanusi

“Nanti, masih dibahas, yang jelas physical distancing dan protokol kesehatan tetap diperketat. Semua warga diwajibkan pakai masker dan di perbup (PSBB) yang membahas larangan-larangan itu akan diperlonggar 50 persen. Toko-toko boleh buka, tapi kapasitas pengunjungnya dibatasi, seumpama 100 ya dibatasi 50 pengunjung,” tegas Sanusi.

Sanusi menambahkan, tempat ibadah yang semula sepi karena disarankan untuk beribadah di rumah, kini sudah boleh menggelar ibadah secara berjamaah, dan kebijakan untuk Work From Home (WFH) sudah tidak diberlakukan lagi

“Tempat ibadah dibuka semua seperti biasa, salat jamaah boleh. Para pekerja sudah boleh bekerja lagi. Perusahaan boleh (beroperasi) seperti biasa, cuma tetap harus jaga jarak, pakai masker, pakai hand sanitizer atau rutin cuci tangan,” Sanusi mengakhiri. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar