Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Proyek Rehab Pasar Baru Magetan Bermasalah, Ini Pengakuan Pekerja

Proyek pembangunan Pasar Baru Magetan yang diduga bermasalah. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com) – Proyek pembangunan Pasar Baru Magetan dikeluhkan para pekerja. Mereka buka suara terkait lambannya pemberian upah. Total ada seitar 70 pekerja yang kini tak jelas bagaimana nasib gaji mereka.

“Sempat sudah digaji bagi 20 pekerja, tapi tidak utuh Rp 120.000 seperti yang dijanjikan. Yang 50 lainnya masih belum jelas,” terang salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Dia menyebut sejak mulai kerjakan proyek rehab pada enam pekan silam, dirinya belum menerima bayaran sama sekali. Hanya diberi pinjaman uang untuk menjalani hidup saja. Dia tak tahu harus bagaimana menghadapi perihal tersebut. “Sampai kapan lagi kami harus bersabar. Padahal, kami berharap di situasi pandemi seperti sekarang ini kami bisa dapat penghasilan. Tapi upah kami tidak jelas,” katanya.

Terkait hal tersebut Bupati Suprawoto lantas angkat bicara. Dia menyebut kalau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan selaku pengguna anggaran sudah dipanggil.

“Sudah saya minta untuk telisik kebenarannya. Jika memang benar harus ada upaya mediasi. Jika masih lamban progresnya, maka akan kami tegur,” kata Suprawoto saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp Jumat (20/8/2021)

Dia menyebut jika bukan hanya terkait upah saja yang sempat dipermadalahkan. Tapi, juga termasuk proses lelang yang diduga tak beres. Kang Woto, sapaan lekat Bupati Suprawoto memilih untuk tak menduga-duga.

“Kalau memang ada yang tidak beres, jangan hanya diduga tapi dibuktikan. Menduga informasi itu tidak bagus kalau menurut hemat saya,” terang Kang Woto.

Begitupun dengan Parlemen Magetan. Ketua DPRD Magetan Sujatno menyebut kalau komisi trrkait yakni Komisi B sudah menggelar rapat dengar pendapat dengan Disperindag pada Kamis (19/8/2021).

Dirinya sempat mendengar terkait kabar tak sedap soal rehab pasar yang jadi ikon Kabupaten Magetan itu. Namun, sayangnya Sujatno belum menerima hasil RDP tersebut. “Tentu kami tanyai tak hanya berupa detail proyeknya. Tapi, juga masalah yang sempat ramai karena pengakuan salah seorang pekerja yang belum terima upah,” katanya.

Sujatno menyebut kalau pihaknya perlu menunggu tindak lanjut dari OPD terkait. Jika masih bermasalah, maka akan berikan teguran.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa pagu anggaran proyek rehab tersebut yakni Rp 5,4 miliar sementara harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 5,342 miliar. Pemenang berkontrak yakni PT Sahabat Karya Sejati Asal Makassar Sulawesi Selatan. Dengan harga penawaran dan harga terkoreksi yakni Rp 4,273 miliar. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar