Politik Pemerintahan

Proyek Peningkatan Ruas Jalan Provinsi di Sampang Seumur Jagung

Kondisi jalan raya di Gunung Eleh proyek peningkatan ruas jalan di Kabupaten Sampang TA 2019

Sampang (beritajatim.com) – Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa timur (Jatim) di awal 2019 lalu, menjalankan proyek peningkatan ruas jalan Sampang-Ketapang. Sayangnya, belum setahun proyek tersebut sudah rusak bahkan pecah. Seperti yang terlihat di ruas jalan raya Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung.

Mahfud, warga Kecamatan Robatal menuturkan, jalan itu retak dan ambles disebabkan karena kondisi tanah yang labil. Ditambah dengan tidak adanya saluran irigasi. Akibatnya, saat hujan air menggenang di tengah jalan. “Awalnya yang retak itu sedikit, lama kelamaan semakin bertambah, hingga ambles,” terangnya, Kamis (29/8/2019).

Menurut dia, sebenarnya pengerjaan proyek jalan tersebut maksimal. Mulai dari tahap pengerukan tanah, penimbunan, pemasangan agregrat, hingga pengasapalan. Tapi, itu tidak ditopang dengan pembangunan plengsengan dan pemasangan paku bumi, padahal kuntur tanah di lokasi tersebut lembek dan bergerak. Terutama pada musim kemarau seperti saat ini.

“Tanah di sini labil dan bergerak. Dulunya di sisi barat jalan tidak ada jurang, jadi butuh tiang pancang atau paku bumi supaya jalan tidak ambles,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pembantu UPT PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang, Moh. Haris mengaku belum mengetahui kerusakan jalan di lokasi tersebut. Dia menyampaikan, Proyek jalan itu masuk paket peningkatan jalan yang dikerjakan di awal 2019.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Surabaya untuk mengetahui apakah proyek itu masih dalam masa pemeliharaan atau tidak. Apabila masa pemeliharaan sudah selesai akan dimasukkan dalam program pemeliharaan. Tapi kalau masih masuk masa pemeliharaan perbaikan menjadi tanggung jawab pihak rekanan. “Proyek itu langsung ditangani PPK Surabaya. Kami hanya sebatas pihak yang mengawasi ruas jalan Sampang – Ketapang dan Sampang – Omben,” ujarnya.

Ditanya apakah ada indikasi jika proyek itu dikerjakan asal-asalan? Pria asli Sampang itu mengklaim bahwa struktur pengejaan proyek tersebut sudah optimal dan sesuai dengan spek serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sebelum proyek dikerjakan tim telah melakukan survey, analisa, dan kajian ke lokasi. “Kondisinya memang mengkhawatirkan, dan perlu segera ditangani. Secepatnya kami akan menindaklanjuti kerusakan jalan di lokasi tersebut,” tandasnya.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar