Politik Pemerintahan

Proyek Padat Karya Dinas Perkim Kota Kediri Rp 4,5 M Serap Tenaga Kerja Usia Produktif

Kediri (beritajatim.com) -Di Kota Kediri, asal mau berkeringat, akan mendapatkan pekerjaan. Demikian yang bisa dilihat dari pelaksanaan program padat karya yang dicanangkan oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, awal September 2020.

Proyek ini direalisasikan oleh PU Perkim, dan Pertanian. Konsep proyek padat karya yaitu sebuah pekerjaan yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. “Mereka itu para mahasiswa yang sudah lulus, sudah sarjana tapi belum dapat pekerjaan karena Covid-19,” kata Budi Suprayitno, Ketua RT 08/RW 06, Keluruhan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Senin (26/10/2020).

Sejumlah 20 orang warga setempat sedang membersihkan gorong-gorong. Menurut Budi, lokasi tersebut paling mampet dan paling rendah di antara lokasi lain.

Di Kelurahan Pojok, ada 4 kelompok yang melakukan pekerjaan pengerukan walet/sedimien selokan. Masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang-22 orang tenaga kerja dari warga setempat. Proyek ini sudah berlangsung dari tanggal 22 Oktober 2020.

“Di Perkim, proyek padat karya ada 4 yaitu pengedukan walet, perumahan tidak layak huni, pavingisasi jalan yang masih tanah, dan renovasi pagar makam. Total dana 4,5 M,” kata Hadi Wahjono, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri. Program tersebut berasal dari usulan warga melalui kelurahan di tiga kecamatan Kota Kediri dan juga saran dari Dinas.

Data sementara yang masuk dari 3 kecamatan, untuk program pengedukan walet sejumlah 13.000 m2, pavingisasi sebanyak 61 titik (kecamatan Kota 17 titik, kecamatan Pesantren 21 titik, dan kecamatan Mojoroto sebanyak 23 titik), serta revonasi pagar makam sebanyak 17 titik (kecamatan Kota 2 titi, kecamatan Pesantren 4 titik, dan kecamatan Mojoroto 11 titik).

Pengedukan walet akan dilakukan di lokasi yang rawan tergenang yaitu Perumahan Wilis Indah 2, Perumahan Permata Hijau, Puri Panjalu, normalisasi kelurahan Banaran (saluran lingkungan), normalisasi di Pesantren, dan Betet.

Sedangkan untuk program rumah tidak layak huni, sejauh ini yang diajukan sebanyak 88 rumah dari 3 kecamatan di Kota Kediri. Menurut Hadi, masing-masing mendapatkan dana Rp 20 juta untuk renovasi.

“Pemberiannya dilakukan bertahap. Tahap pertama biasanya Rp 10 juta dulu. Dana ini sebagai pemancing saja. Biasanya akan ada kerjasama dan dukungan warga sekitar. Kerjasama inilah yang kita harapkan untuk meningkatkan solidaritas,” tambah Hadi.

Semangat gotong royong ini yang ingin dibangun dari program rumah layak huni selain memberikan rumah bagi warga Kota Kediri yang masuk dalam usulan. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar