Politik Pemerintahan

ProJo Jatim: Dana Bansos Covid-19 Harus Sudah Diterima Rakyat 24 Mei 2020

Malang (beritajatim.com) – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menerbitkan Instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan percepatan Penyaluran BLT Dana Desa (bantuan langsung tunai).

“Menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebelum tanggal 24 Mei 2020 bisa diterimakan kepada rakyat warga di desa,” demikian poin utama Instruksi Menteri Desa tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Kominfo Dewan Pimpinan Daerah ProJo Jawa Timur, Azhari Hasan mengatakan, menyambut lebaran Idul Fitri 1441 H bansos BLT Dana Desa Covid-19 sesuai instruksi menteri harus diterima rakyat sebelum tanggal 24 atau paling lambat tanggal 24 pekan ini.

Menurut Azhari, ProJo Jatim berharap penyaluran distribusi bansos BLT-DD Covid 19 pihak Pemdes bisa mengajak Forpimka. Tujuannya, bersama-sama menjaga dan melihat sehingga tahu persis kondusifitas di desa. Apalagi pendistribusian ini bertepatan dengan malam lebaran atau Idul Fitri pekan ini.
“Saat ini kondisi rakyat harus benar-benar kita ciptakan rasa bahagia, rasa aman, bahagia bersama keluarga dirumah meskipun himbauan pemerintah tidak boleh anjang sana ajang sini, stay at home. Karena yang paling penting, negara atau pemerintah dalam hal ini, harus bisa membuat rakyat tetap gembira dan sehat,” terang Azhari, Kamis (21/5/2020).

Azhari Hasan melanjutkan, sebelumnya H-7 dan paling lambat tanggal 24 Mei pekan ini, diharapkan rakyat Jawa Timur sudah menerima bansos Rp 600 ribu selama 3 bulan total Rp 1,8 Juta.

“Pemerintah daerah harus mematuhi intruksi Menteri, harus diinstruksikan pada perangkat desa, kepala desa, sekretaris desa , bendahara desa dan perangkat desa melibatkan RT/RW. Kuncinya itu saja, calon penerima siapa saja. Lalu data difinalisasi bersama RT dan RW, mereka harus dilibatkan. Jangan sampai ada warga yang harus menerima bantuan, tapi justru tertinggal. Utamakan juga warga yang sakit dan difabel (cacat permanen) harus diutamakan, jangan ada yang mengambil keuntungan pada bansos ini, jangan sampai,” tegas Azhari.

Azhari menambahkan, dana dari pemerintah untuk rakyat ini karena negara kita terjangkit Covid-19. Jadi dana Bansos bukan untuk pengerjaan proyek. “Dana Bansos ini untuk menanggulangi musibah bangsa, bukan pekerjaan pemberdayaan fisik (proyek). Urusan keselamatan kemanusian. Ini urusan musibah bukan urusan maju atau tidaknya desa. Diharapkan kepala desa dan perangkatnya melakukan perekrutan data finalisasi. Mereka harus punya hati nurani, jangan buta melihat rakyat bukalah lebar-lebar mata fikiran kita semua, ayo bantu rakyat ayo bantu pemerintah tekan penyebaran virus ini,” beber Azhari.

Masih kata Azhari, data calon penerima bansos BLT DD Covid 19 sebesar Rp 600 ribu jangan sampai duplikasi. Harus sama dengan yang diajukan. Jangan hanya penuhi kuota lalu datanya tidak valid atau belum dilakukan verifikasi faktual langsung diajukan ke Bank, nanti bisa disalahgunakan.

“Rakyat membutuhkan bantuan Bansos secepatnya saat lebaran idul fitri pekan ini. Jangan ada yang main-main, karena instruksi Presiden untuk selamatkan rakyatnya,” Azhari mengkahiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar