Politik Pemerintahan

Program ‘Wes Wayahe Pesantren Berdaya’ Dapat Sorotan DPRD Jember

Bupati Hendy Siswanto dan Wabup Firjaun Barlaman (kiri)

Jember (beritajatim.com) – Salah satu program tematik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2021-2026 yang mendapat sorotan adalah program ‘Wes Wayahe Pesantren berdaya’.

DPRD Jember menilai program itu perlu dikaji ulang. “Pesantren hanya diposisikan sebagai lembaga pengembangan ekonomi dan budaya politik. Hal ini perlu dikaji ulang karena fakta dan sejatinya pesantren adalah bagian penting dari lembaga pengembangan mutu manusia,” kata Siswono, juru bicara DPRD Jember.

Menurut Siswono, menempatkan perhatian pada pesantren sebagai bagian dunia pendidikan merupakan salah satu bentuk keberpihakan pemerataan pendidikan yang mengakomodasi kelembagaan keagamaan, baik formal, non-formal, maupun informal.

Dogol Mulyono, juru bicara Faksi Gerakan Indonesai Berkarya, melemparkan kritik serupa. “Jember pernah dijuluki sebagai kota seribu pesantren, tapi kenyataannya pesantren hanya sering menjadi komoditas politik. Nasibnya belum mendapat perhatian yang seharusnya,” katanya.

Padahal, lanjut Dogol, pesantren selain bisa menjadi pusat wisata religius, peran ulama dan santrinya sangat dibutuhkan untuk kelangsungan tatanan kehidupan keumatan. “Kemandirian pesantren dan santri melalui pemberdayaan ekonomi, usaha mikro kecil menengah, dan pertanian belum digarap secara nyata. Potensi santri dan pesantren perlu di integrasikan dengan program-program pemerintah yang ada di Jember,” katanya.

Selain itu, menurut Dogol, ketimpangan kesejahteraan para guru ngaji, tidak terkecuali juga para guru sekolah swasta, masih sangat membutuhkan sentuhan dan tambahan. “Ini agar kualitas pendidikan santri dan sekolah menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Feni Purwaningsih dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera berpendapat, program itu harus ditunjang dengan pendampingan pesantren oleh pemangku kepentingan perguruan tinggi dengan intensif. Diperlukan juga pendampingan forum-forum kepakaran dan kekinian bagi para santri. “Supaya santri dapat menjadi iron stock kebangkitan Jember, dan perekat kemajuan dan kerukunan antar umat beragama di Jember,” katanya.

Menanggapi itu, Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, program kegiatan untuk pesantren akan beragam. “Bukan hanya ekonomi dan budaya politik. Jadi nanti untuk breakdown kegiatannya ingin mengoptimalkan peran pesantren, antara lain misalnya santri-santri diberi kesempatan untuk magang ke pemerintah daerah. Nanti biar pemda bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan sesuai bidangnya,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar