Politik Pemerintahan

Program Unggulan Bupati Bojonegoro Baru Disiapkan Aturan Hukumnya

Bojonegoro (beritajatim.com) – Beberapa program yang menjadi unggulan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah sudah mulai dijalankan 2019 lalu. Terutama program yang berkaitan dengan isu kesejahteraan rakyat. Namun, meski sudah berjalan dasar hukum untuk menjalankan program tersebut masih dirancang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bojonegoro, Sahari mengungkapkan dari 17 program prioritas, diantaranya untuk kesejahteraan rakyat yakni santunan kematian bagi ahli waris, tunjangan intensif bagi ustadz ustadzah, pembinaan majelis taklim, modin perempuan, dan marbot (penjaga dan petugas kebersihan masjid).

“Sekarang sedang menyiapkan dari segi aturan dan data. Melakukan pendataan ulang sehingga tahun 2020 ini program bisa berjalan maksimal,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bojonegoro, Sahari, Senin (27/1/2020).

Program unggulan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bidang kesejahteraan rakyat diantaranya, santunan kematian untuk 2.400 ahli waris. Dana intensif bagi ustadz/ustadzah target 5.000 orang dan pada 2019 terealisasi 4.117 orang. Dana intensif ini perbulan Rp 100 ribu dan diberikan setiap satu tahun sekali. “Permasalahannya, banyak yang merangkap sebagai guru Madin, mereka yang merangkap jadi disuruh memilih apakah menjadi guru TPQ atau Madin. Kalau Madin urusannya Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Dana untuk pembina majelis taklim, pada 2019 terealisasi bagi 3.271 orang. Majelis taklim ini, menurut Sahari, untuk menangkal kemasukan aliran keras. Pertahun majelis taklim mendapat intensif sebesar Rp 1 juta.

Kemudian, dana intensif untuk modin perempuan. Pada 2019 Modin perempuan ditarget 430 orang dan terealisasi 337 orang. Minimnya serapan untuk modin perempuan itu menurutnya karena tidak semua desa punya modin perempuan. Setiap tahun modin perempuan itu mendapat intensif sebesar Rp 1 juta.

Kemudian intensif untuk Marbot (penjaga dan petugas kebersihan masjid) target 2019 sebanyak 2.120 orang. Perbulan mendapat Rp 125 ribu dan disalurkan setiap tahun sekali. Serta, bantuan kain batik bagi 100 orang non muslim. “Persyaratannya semua harus ditransfer ke rekening. Tapi tidak semua punya rekening. Kami juga sudah bekerja sama dengan Bank Jatim untuk memberi kemudahan membuka rekening,” jelasnya.

Data-data penerima bantuan tersebut di peroleh dari pemerintah desa melalui kecamatan. Pada 2020 anggaran dana sosial itu akan ditambah jumlah penerimnya. Misalnya, modin perempuan menjadi 860.000 orang penerima, Marbot 4.005 orang, Ustadz/ustadzah 5.000 orang dan pembina majelis taklim 4.328 orang, serta dana kematian 2.400 orang. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar