Politik Pemerintahan

Arab Saudi Hentikan Umrah Antisipasi Corona

Program Umrah Seribu Kiai Kampung dan Marbot Pemkab Ponorogo Tetap Jalan

Kepala bagian Kesra dan Kemasyarakatan Fadhlal Kirom. (dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Arab Saudi untuk sementara menhentikan kegiatan umrah dari berbagai negara. Keputusan yang serba mendadak tersebut, merupakan bentuk antisipasi masuknya virus corona ke negara tersebut.

Kebijakan itu nampaknya berpengaruh terhadap pelaksanaan umrah dari Indonesia. Tak terkecuali dengan program umrah seribu kiai kampung dan marbot yang dilaksanakan oleh Pemkab Ponorogo.

Kepala bagian Kesra dan Kemasyarakatan Fadhlal Kirom mengungkapkan tahun 2020 ini, program umrah seribu kiai kampung dan marbot rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2-12 April mendatang. Maka dari itu, Pemkab Ponorogo kata Fadhlal masih menunggu perkembangan ke depan akan seperti apa.

“Walau ada larangan umrah dari Arab Saudi, namun program ini tetap akan berjalan tapi waktunya menunggu perkembangan sampai larangan itu dicabut,” kata Fadhlal saat ditemui di kantornya lantai 3 gedung Graha Krida Praja, Jumat (28/2/2020).

Pemkab Ponorogo, kata Dia mendapatkan surat edaran dari Kementrian Agama dan Persatuan penyelenggara umrah dan haji, intinya mereka memberitahukan tentang larangan sementara ibadah umrah ke Saudi Arabia. Saat ini mereka juga sama-sama menunggu perkembangan, sampai larangan itu dicabut. “Biro umrahnya Adam Tour, kita lihat perkembangannya dulu dalam seminggu ke depan ini,” katanya.

Jika dalam 2 minggu ke depan belum ada perkembangan, pihaknya terpaksa akan mengubah kontrak kerja dengan pihak biro perjalanan umrahnya. Yakni dengan melakukan penundaan jadwal keberangkatannya. “Intinya program ini tetap jalan, namun kita masih menunggu perkembangan dari kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi tersebut,” pungkasnya.

Sekedar diketahui sebanyak 350 orang akan diberangkatkan ke tanah suci dalam program umrah seribu kyai kampung dan marbot oleh Pemkab Ponorogo. Rencananya pemberangkatan tahap pertama tahun ini dilaksanakan pada bulan April nanti. Kalau pada awalnya untuk kyai kampung dan marbot, dalam perkembangannya juga berlaku untuk guru diniyah dan hafiz. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar