Politik Pemerintahan

Program Pemutihan, Pemprov Raup Penerimaan Rp 846,304 M

Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim melaksanakan program pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor (PKB) dan BBNKB selama kurun waktu 23 September-14 Desember 2019. Selain itu, juga pembebasan pokok BBN II dan seterusnya. Ini sebagai kado Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-74 yang jatuh pada 12 Oktober 2019.

Hingga data 14 Desember 2019 dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, sebanyak 1.751.837 wajib pajak (WP) atau surat ketetapan pajak (SKP) yang telah memanfaatkan pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II, pembebasan denda dan daftar ulang.

Ini terdiri dari 212.338 SKP untuk pembebasan BBN II, 36.392 SKP untuk pembebasan sanksi administrasi PKB dan 1.503.107 SKP untuk daftar ulang. “Ada 212.338 SKP yang sudah memanfaatkan Pembebasan BBN II. Potensi pendapatan yang hilang atau lost karena pembebasan sebesar Rp 110.754.298.900. Tapi potensi yang didapat dari penerimaan PKB Pokok sebesar Rp 174.117.780.600,” kata Kepala Bapenda Provinsi Jatim, Boedi Priyo Suprayitno didampingi Kabid Pajak Daerah, M Purnomosidi saat dikonfirmasi beritajatim.com, Senin (16/12/2019).

Sementara itu, menurut dia, untuk sasaran kedua adalah memberikan pembebasan denda atau sanksi administrasi PKB yang telah dinikmati 36.392 orang wajib pajak. “Potensi pendapatan yang lost sebesar Rp 4.093.787.435, tapi potensi yang didapat dari penerimaan PKB Pokok sebesar Rp 13.288.708.500,” jelasnya.

Kemudian, untuk penerimaan PKB dari yang Daftar Ulang sebanyak 1.503.107 SKP. Potensi penerimaan PKB pokok sebesar Rp 658.898.296.350. Total potensi yang didapat dari penerimaan PKB Pokok (Pembebasan BBN II, Pembebasan Denda dan Daftar Ulang) hingga penutupan 14 Desember 2019 dari program pemutihan mencapai Rp 846.304.785.450. Sedangkan, potensi yang lost akibat pembebasan sebesar Rp 114.848.086.335.

Sementara itu, untuk laporan data kendaraan luar provinsi yang didaftarkan di Jatim, dampak kebijakan pembebasan BBN II berhasil memancing 19.984 obyek baru sebagai wajib pajak (terdiri dari 4.935 roda dua dan 15.049 roda empat). Total potensi penerimaan berhasil diperoleh sebesar Rp 34.807.705.300. Sedangkan, potensi yang lost akibat pembebasan sebesar Rp 21.824.066.200.

Sedangkan, wajib pajak yang terlambat membayar dan memanfaatkan pembayaran melalui PPOB Indomaret sebanyak 9.330 wajib pajak dengan potensi Rp 4.105.121.000. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar