Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Program Lingkungan Hidup di Pamekasan Butuh Kolaborasi

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ismail (tengah) bersama anggota wakil rakyat lainnya saat menerima audiensi komunitas pecinta lingkungan, Selasa (12/10/2021).

Pamekasan (beritajatim.com)Legislator Pamekasan, Ismail menyampaikan dibutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholders di wilayah setempat, guna mewujudkan 5 (lima) program lingkungan hidup. Khususnya para pemangku kebijakan.

Hal tersebut tidak lepas dari gagasan salah satu komunitas pecinta lingkungan yang mengatasnamakan Sungai Watch Pamekasan (SWP), yang melakukan audiensi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Selasa (12/10/2021) lalu.

“Terkait pengelolaan sungai yang bersih dan asri, serta pengelolaan sampah rumah tangga di kabupaten Pamekasan. Diperlukan kolaborasi semua pihak untuk menjadikan kota bersih, asri dan damai,” kata Ismail, Rabu (14/10/2021).

Sebab guna mewujudkan program tersebut, dibutuhkan peran serta semua pihak untuk mewujudkan program Adipura, Sekolah Adiwiyata, Program Kelurahan Bersih, Program Kali Bersih (Prokasih) dan Pantai Lestari, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, GBHN, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982, serta regulasi lainnya.

“Mewujdkan program ini memang sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah dengan melibatkan warga, terlebih program ini juga menjadi salah satu indikator peningkatan DID (Dana Intensif Daerah),” ungkap politisi Partai Demokrat Pamekasan.

Bahkan pihakmya juga mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan kajian serta mengeluarkan kebijakan tentang pengelolaan kali, sungai dan sanitasi yang dinilai dapat menjadi bagian dari lokomotif kesejahteraan masyarakat.

“Kami rasa materi audiensi yang disampaikan rekan-rekan SWP sangat konstruktif, terlebih gagasan itu juga selaras dengan amanat undang-undang yang sudah seharusnya kita laksanakan sebaik mungkin,” jelas politisi muda yang menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Pamekasan.

Sebagai langkah awal dari gagasan tersebut, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah khususnya ke area kali. “Salah satu tujuan program ini, di antaranya dengan selalu melestarikan hutan dan hulu sungai, yakni dengan tidak buang air kotor ke sungai, tidak membuang sampah ke sungai, serta tidak membuang limbah rumah tangga maupun industri ke sungai,” imbuhnya.

Sebelumnya SWP mengusulkan dua dari lima program lingkungan hidup sebagai fokus pada upaya konservasi sumber air dengan menawarkan beragam program yang diusulkan, yakni melakukan gerakan kali bersih yang bekesinambungan dengan melihatkan warga.

Salah satunya dengan menentukan salah satu kali sebagai pilot project dalam upaya menggalang kampanye Prokasih, sehingga kedepan bisa dikembangkan pada kali lainnya. Program tersebut meliputi pemusnahan penyaring sampah di empat titik aliran sungai, pengangkisan sampah secara berkala, kampanye poster dan sosialisasi dengan warga.

Tidak hanya itu, gagasan tersebut juga dapat mempercantik tepian kali sehingga bisa menjadi tempat hiburan keluarga. Termasuk juga menanam benih ikan untuk meningkatkan kesadaran warga memelihara kali bersih dan menjadikan sungai sebagai bagian dari nilai ekonomis. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar