Politik Pemerintahan

Program Korporasi Sapi Potong, Ditjen Peternakan Kunjungi Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Menindaklanjuti atas adanya program korporasi sapi potong oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah melakukan kunjungan kepada kelompok peternak sapi di Kecamatan Ngadiluwih, yang tergabung dalam Saspri (solidaritas alumni sekolah peternak rakyat Indonesia).

Hal ini dilakukan untuk melihat kegiatan rakyat terkait pengembangan sapi, karena peternak sapi di Kabupaten Kediri dinilai memiliki potensi yang cukup tinggi, sehingga nantinya bisa menjadi sebuah destinasi atau lokasi pengembangan sapi yang berbasis korporasi.

Nasrullah, Ditjen Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengatakan, rencana pemerintah akan menambah induk, karena populasi yang ada di Indonesia sebanyak 18 juta dan jika dihitung 50 persen induk maka hanya 9 juta dan itu dinilai kurang.

“Oleh karenanya pemerintah akan melakukan impor indukan untuk menambah populasi agar mempercepat proses kelahiran dan menghasilkan populasi baru dan bukan memindah indukan,” ujar Nasrullah.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Kabupaten Kediri merupakan satu dari sepuluh titik untuk dijadikan percontohan program desa korporasi sapi. Bahkan dalam satu hari permintaan sapi di kabupaten kediri bisa mencapai 200 hingga 300 ekor.

“Untuk produksi sapi di kabupaten kediri sendiri bisa mencapai 14 ribu ekor pertahun untuk sapi siap potong yang terbagi diseluruh wilayah Kabupaten Kediri,” kata Mas Bup.

Nasrullah menambahkan, dilihat dari tata cara beternak di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri sudah sangat baik dan hanya perlu sentuhan sedikit untuk bisa lebih memperbesar dan mengembangkannya. Sehingga dengan masuknya program korporasi sapi ini maka bisa lebih mempercepat proses pengembangannya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar