Politik Pemerintahan

Profil Cabup Gresik Gus Yani, Pahit Getir 7 Tahun Hidup di Tengah Hutan

Gresik (beritajatim.com) – Riwayat perjalanan H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) yang maju sebagai Cabup Gresik periode 2020-2025 yang digelar serentak pada 9 Desember mendatang tidak banyak dikenal warga Gresik. Gus Yani, sapaan akrab sehari-hari. Dibesarkan dari lingkungan keluarga pebisnis dan agamis.

Ayahnya H. Nur Kholis merupakan pebisnis ulet di bidang jasa transpotasi. Sementara ibunya Hj. Ninik Kustini Harti merupakan ibu rumah tangga yang sabar dan telaten dalam mendidik anak-anaknya. Tak heran jika, Gus Yani sejak mengenyam pendidikan di SMA Semen Gresik dibekali ilmu bisnis oleh ayahnya dan semangat pantang menyerah oleh ibunya.

Pengusaha muda asli Gresik yang lahir pada 28 Juni 1985 itu. Di usia remajanya, sudah bekerja mandiri di PT Yani Putra perusahaan yang didirikan orang tuanya. Namun, untuk menjadi pebisnis yang handal keberhasilannya harus di raih dengan bermandikan keringat. Orang tuanya malah menyuruh Gus Yani merantau ke Batu Licin, Kalimantan Selatan agar bisa mandiri. Sehingga, tidak cap mendopleng perusahaan milik ayahnya.

Selama tujuh tahun, mulai tahun 2007 hingga 2013. Sosok pemuda fenomenal itu hanya ditemani oleh Bagoes candro ami saudaranya. Ia diminta orang tuanya belajar bisnis pengelolahan batubara. Siapa sangka, perjuangannya di tanah borneo itu ternyata penuh dengan kejutan dan tantangan. Bahkan, selama di Kalimantan Selatan. Dirinya, pernah ditipu oleh rekan bisnisnya sebesar Rp 2 miliar. Namun, hal itu tidak membuat Gus Yani kapok. Sebaliknya di usia yang masih muda ia berjuang keras untuk menggeluti bisnis batubara.

Selain pernah ditipu dalam hal berbisnis. Pada awal tinggal di tengah hutan belantara Kalimantan, ia sering dibuat repot nyamuk malaria saat menginap di tenda yang didirikannya untuk sementara. Tak hanya itu, dirinya juga nyaris digigit ular cobra saat mendirikan base camp sewaktu mengeksplorasi batubara.

Pahit getir pun sangat dirasakan saat berjuang hidup di tengah hutan. Misalnya persediaan makan selama 1 minggu. Rupanya banyak yang hilang dan tercecer lantaran dijarah oleh sekelompok kera. Sehingga, terpaksa ia harus makan seadanya seperti mie instan yang masih tersisa beserta tumbuhan di hutan yang layak untuk di makan. Mengingat jarak tempuh dari tengah hutan ke pusat kota sangatlah menyita waktu.

Kejadian tidak menyenangkan juga kerap terjadi. Terutama saat persediaan air di kamar mandi bikinannya habis lantaran pengiriman air bersih yang telat. Hal ini membuat Gus Yani terpaksa harus mandi di rawa-rawa yang masih tersedia airnya. Alih-alih ingin badannya bersih setelah seharian bergumul dengan batu bara, ia justru harus berurusan dengan buaya yang tiba-tiba muncul saat ia baru menceburkan diri ke air rawa-rawa. Tak jarang, ia pun harus rela tubuhnya lusuh berhari-hari karena tidak mandi.

Setelah belajar bisnis batubara di Kalimantan Selatan. Gus Yani pun pulang kembali lagi ke Gresik, kota kelahirannya. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) tersebut diminta untuk mengelolah PT Yani Putra (YP) sebagai Dirut. Sewaktu memegang perusahaan di bidang transpotasi dan batubara. Perusahaannya yang dulunya cuma memiliki 80 unit truk. Di tangan Gus Yani kini telah bertambah menjadi 400 unit truk.

Selain bergerak di dua sektor tersebut. Perusahaan yang dipimpinnya juga merambah ke bisnis semen curah. Saat merantau ke Kalimantan Selatan. Gus Yani juga fokus menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi Unair dan tidak meninggalkan bangku kuliahnya sekalipun. Selama 7 tahun itu. Ia pun harus rela bolak-balik dari Batu Licin ke Surabaya hanya untuk menyelesaikan pendidikan tingginya. Sehingga, gelar sarjana ekonomi tetap dia raih meski harus mundur setahun dari angkatannya.

Di tahun 2019, pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di SD NU 1 Trate Gresik dan SMP N 4 Gresik ini. Nekat terjun ke panggung politik melalui Partai PKB. Pada penghitungan suara pemilihan legilatif. Ia mampu memperoleh 18.023 suara di daerah pilihan (Dapil) Kecamatan Cerme dan Duduksampeyan. Dengan torehan yang masuk kategori suara terbanyak itu. Gus Yani terpilih menjadi Ketua DPRD Gresik periode 2019-2024.

Di tengah perjalanan, ia mendapat desakan dari para Kyai dan masyarakat yang ingin Gresik ada perubahan dan lebih maju jika dipimpin anak muda yang dikenal mumpuni dalam mengelola perusahan ayahnya. Desakan itu tidak lepas dari kinerjanya yang penuh gebrakan dan kerap menuntaskan beragam persoalan tanpa berbelit-belit meski saat itu baru 6 bulan menjabat Ketua DPRD Gresik. Gus Yani pun akhirnya manut pada dawuh Kyai dengan mengikuti Pilkada Gresik dan diusung enam partai politik. Yakni, Partai Golkar, PDIP, Nasdem, Demokrat, PPP dan PAN.

Ketika ditanya apa tidak menyesal meninggalkan jabatan Ketua DPRD? Gus Yani bertekad memilih kembali berjuang demi memenuhi tuntutan Kyai dibanding duduk nyaman di kursi Ketua Dewan. Majunya Gus Yani yang ikut running Pilkada Gresik, membuat PKB segera menarik dirinya dari posisi ketua DPRD. Sementara alasannya terjun ke politik, karena dirinya dianggap mampu menolong masyarakat melalui kebijakannya yang dibuat. Kondisi ini tentu berbeda jika ia hanya terjun di dunia bisnis. Sebab, dia hanya akan bisa menolong karyawan yang bekerja di perusahaannya saja.

Disamping terjun di dunia bisnis dan politik. Gus Yani juga mengikuti organisasi keagamaan dan kepemudaan. Saat ini ia menjabat sebagai Bendahara Rabithah Ma’hid Al-Islamiyah (RMI) Gresik. Bendahara PW GP Ansor Jawa Timur, dan Ketua Organda Gresik. Sedangkan karirnya antara lain Ketua DPRD Gresik 2019-2020, Ketua Umum Gresik United dan Dirut PT Yani Putra hingga sekarang. [dny/kun]

Pendidikan H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)
SD NU Gresik 1991-1997
SMPN 4 Gresik 1997-2000
SMA Semen Gresik 2000-2003
Universitas Airlangga FE 2004-2009

Pengalaman Organisasi
Bendahara RMI 2017 hingga sekarang
Bendahara PW GP Ansor Jatim 2017 hingga sekarang
Ketua Organda Gresik 2015 hingga sekarang





Apa Reaksi Anda?

Komentar