Politik Pemerintahan

Produktif Bertani di Tengah Pandemi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Banyuwangi mendorong warga memenuhi kebutuhan pangan harian dengan memanfaatkan pekarangan rumah (family farming). Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, ratusan wanita kelompok tani mendapatkan bantuan benih tanaman pangan dan sayuran untuk ditanam di halaman rumahnya.

“Ada 450 ibu rumah tangga pra sejahtera mendapatkan bantuan ini. Setiap penerima mendapatkan 1 kg benih padi, 2,5 ons benih jagung, dan 150 kantong polybag. Semua bibit tadi siap tanam, karena di bibitnya sudah kami campur dengan pupuk. Mereka kami minta menanam di area pekarangan rumahnya, harapannya bisa untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarganya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan, Rabu (21/10/2020).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Arief di Agro Wisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia. Selanjutnya, mulai besok, setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Banyuwangi akan menyerahkan bantuan yang sama kepada para kelompok wanita tani di wilayahnya.

“Selain benih, kami juga berikan polibag dan media tanam. Kami juga latih mereka secara berkala tentang bertanam di pekarangan rumah,” kata Arief.

Bantuan ini, lanjut Arief, diprioritaskan untuk ibu-ibu kelompok wanita tani dari keluarga pra sejahtera. “Harapannya, lewat aktivitas ini bisa membantu kecukupan makanan pokok warga pra sejahtera. Mereka juga kami ajarkan cara bertanam di lahan terbatas, kalau butuh bibit tanaman lain kami siap bantu,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, Dispertan juga akan membuat program pembudidayaan tanaman hias dengan melibatkan warga pra sejahtera. Mereka akan dibantu bibit tanaman hias untuk dikembangkan.

“Tanaman hias ini ada manfaat ekonomisnya. Kami harapkan bibit ini sebagai cikal bakal usaha mereka, sehingga bisa menambah pendapatan mereka,” ujar Arief.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pandemi covid-19 tidak hanya menjadi ujian kekuatan ekonomi, namun juga masalah pangan. Maka, pemkab mendorong peran keluarga dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Lewat family farming, setiap keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Selain itu, kualitas penanamannya juga terjaga. Para ibu kami harap dapat mengikuti langkah semcam ini,” kata Anas.

“Banyak keuntungan ekonomis yang didapat keluarga. Minimal kebutuhan dapur bisa dipenuhi sendiri, sehingga pengeluaran keluarga bisa lebih hemat,” tutup Anas. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar