Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Produksi Terbesar di Jatim, Capaian PAD Sektor Perikanan Lamongan Belum Penuhi Target

Lamongan (beritajatim.com) – Meski produksi perikanannya terbesar di Jatim, namun capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lamongan dari sektor perikanan pada tahun 2021 baru mencapai Rp 637.700.000. Nilai tersebut lebih kecil dari targetnya yang sebesar Rp 768.200.000.

“Target PAD untuk sektor perikanan pada tahun 2021 ini Rp 768.200.000, dan realisasinya sementara ini Rp 637.700.000, prosentasenya 83,01 persen,” ujar Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/12/2021).

Menurut Yuli, bahwa tidak tercapainya target PAD ini disebabkan adanya Covid-19, sehingga juga berdampak pada retribusi di sektor perikanan. “Karena pandemi Covid-19 selama 2 tahun ini. Utamanya KUD Mina Tani, hanya mampu setor 70 persen saja,” paparnya.

Selain itu, pada tahun 2021 ini, Yuli menjelaskan, tak ada intervensi dana berupa bantuan, baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dari Dana Insentif Daerah (DID). “Tahun ini dan tahun 2022 tak ada, direfokusing, dampak Covid-19,” imbuhnya.

Menurut Yuli, sebenarnya Kabupaten Lamongan memiliki sejumlah potensi di bidang kelautan dan perikanan yang menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan produksi perikanan Lamongan menjadi yang terbesar di Jawa Timur.

“Sebenarnya produksi perikanan Lamongan terbesar di Jatim. Lamongan juga memiliki bibir pantai sekitar 47 km, terbentang mulai dari Desa Weru sampai Desa Lohgung,” jelasnya.

Kendati sektor perikanan masih kurang menyumbang PAD Kabupaten Lamongan, tetapi berkaca pada data sebelumnya, produksi ikan hasil tangkap laut di Kabupaten Lamongan mencapai 76.692,96 ton dengan total nilai produksi sebesar Rp 1,188 triliun.

Lalu, untuk produksi ikan budidaya mencapai 59.728,16 ton dengan total nilai produksi Rp 1,431 triliun dan Perikanan Umum Darat (PUD) mencapai 3.126,36 ton dengan total nilai produksi Rp 43.596 milyar.

Bahkan, Lamongan juga memiliki komoditas hasil garam yang terus dikembangkan, yang diharapkan agar memberi nilai ekonomi yang bisa mensejahterakan masyarakat pesisir.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar