Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Produksi Sampah 803 Meter Kubik Per Hari, Pemkab Jember Terbitkan Perda

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup pada 2017, Kabupaten Jember menghasilkan sampah rata-rata sebesar 803,55 meter kubik. [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Volume sampah setiap hari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, lebih tinggi daripada volume sampah di tiga daerah tetangga, yakni Kabupaten Banyuwangi, Lumajang, dan Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Jember mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah ke parlemen.

Berdasarkan data yang diperoleh beritajatim.com dari laman situs resmi pemerintah daerah masing-masing, pertumbuhan volume sampah di Kabupaten Banyuwangi sebesar 218 meter kubik per hari dan di Lumajang sebesar 293 meter kubik per hari. Produksi sampah di Bondowoso berdasarkan dilansir salah satu media massa daring, sekitar 173 meter kubik per hari.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup pada 2017, Kabupaten Jember menghasilkan sampah rata-rata sebesar 803,55 meter kubik dengan tingkat pelayanan sebesar 21 persen. “Jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap meningkatnya permasalahan lingkungan, termasuk peningkatan jumlah sampah,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam sidang paripurna nota pengantar pengajuan lima rancangan peraturan daerah di gedung DPRD Jember, Kamis (30/9/2021).

Menurut Hendy, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, meningkatnya aktivitas manusia, dan perubahan gaya hidup, sampah yang dihasilkan juga semakin meningkat. “Sayangnya pemerintah pusat dan daerah belum mempunyai mekanisme penanganan sampah yang memadai. Mayoritas pemerintah daerah juga belum menganggap sampah sebagai persoalan serius, karena hingga sekarang masih sedikit pemda yang mempunyai peraturan daerah untuk menangani persoalan sampah,” katanya.

Problem bertambah, karena seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkurangnya ketersediaan lahan menyebabkan Pemerintah Kabupaten Jember kesulit an mendapatkan lahan untuk ternpat penampungan sementara (TPS), ternpat pemrosesan akhir (TPA) sampah, dan lahan untuk tempat pengolahan sampah lainnya. Kabupaten Jember saat ini memiliki lima TPA yaitu TPA Pakusari, Tanggul, Kencong, Balung dan Ambulu.

“Saat ini fungsi lembaga pelayanan publik terhadap Pengelolaan sampah di Kabupaten Jember menggunakan pola langsung maupun tidak langsung. Pola langsung merupakan sampah yang dikumpulkan dari sumbernya dan langsung diangkut ke TPA. Sedangkan pola tak langsung merupakan sampah yang dikumpulkan kemudian dipindahkan ke TPS dan diangkut ke TPA,” kata Hendy.

Hendy menjelaskan, penyusunan Raperda Pengelolaan Sampah merupakan solusi dan landasan operasional masalah persampahan di Kabupaten Jember dari aspek kebijakan. “Terlebih pengaturan pengelolaan sampah merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang di dalamnya mengatur kewenangan masing-masing jenjang pemerintahan dalam pengelolaan sampah, termasuk kewenangan pemerintah kabupaten dan kota,” katanya. [wir/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar