Politik Pemerintahan

ProDesa: Damai Itu Nikmat Tuhan Yang Harus Dijaga

Malang (beritajatim.com) – Pemilu, adalah sebuah media demokrasi. Disinilah rakyat suatu negeri menggunakan haknya untuk memilih ataupun dipilih. Disini pulalah rakyat akan menentukan siapa yang diinginkan untuk menjadi pemimpin dan wakilnya.

Dalam pelaksanaannya, tata cara pemilihannya sudah ditentukan dan diatur dengan beberapa regulasi. Baik tatacara kampanye, pemilihan, sampai kepada perhitungan yang dilakukan secara berjenjang dan berlapis-lapis. Berikut juga bilamana terjadi ketidakpuasan atau perbedaan hasil perhitungan, tatacara mengenai persengketaannya pun sudah diatur, dan perangkat-perangkat lembaganya pun sudah dipersiapkan.

Seusai kerusuhan yang terjadi pasca perhitungan sebagai akibat dari aksi demonstrasi ketidakpuasan beberapa waktu lalu, LSM ProDesa yang konsen di pedesaan dan aktif di wilayah Kabupaten Malang tak ingin tinggal diam dengan apa yang terjadi di masyarakat, termasuk dilapisan bawah yang ada di desa-desa.

Hal ini dikatakan oleh Ahmad Khoesairi, Koordinator Badan Pekerja LSM ProDesa Kabupaten Malang. Pihaknya merasa khawatir atas issu-issu dan berita yang berkembang akan membuat gesekan di masyarakat bawah, terutama yang ada di perdesaan.

Pihaknya menghimbau semua elemen tetap menjaga kerukunan dan kedamaian, dan tidak terprovokasi kegiatan-kegiatan yang dapat memicu kerusuhan. “Damai itu salah satu nikmat Tuhan, mari kita jaga agar kita semua tetap bisa menikmati kehidupan,” ujarnya Cak Khoes, panggilan Ahmad Khoesairi ketika ditemui dirumahnya, di Poncokusumo, Jumat (14/6/2019).

Seluruh anggota dan pengurus ProDesa, menurut Cak Khoes, sudah dihimbau untuk berkomunikasi dengan semua elemen masyarakat yang ada. Hal itu dilakukan untuk memberikan sedikit pencerahan kepada masyarakat bawah, dan meyakinkan kepada mereka bahwa kehidupan sehari-hari mutlak membutuhkan ketentraman dan kedamaian, karena damai itu indah.

Untuk itu semua pihak perlu untuk menahan dan menjaga diri agar tidak hanyut dalam provokasi-provokasi yang beredar. Konflik yang berkepanjangan, kerusuhan, akan membuat masyarakat tidak tenang sehingga membuat semua pihak tidak bisa bekerja dengan baik, tidak dapat berkarya secara maksimal.

“Bilamana tidak ada kepuasan dengan hasil, percayakan kepada lembaga yang ada, percayakan saja pada hukum. Dan apapun hasilnya, siapapun yang menang, mari kita hormati,” tandasnya.

“Kita juga tidak perlu bertindak sendiri dengan mengadakan kekuatan tandingan bila ada aksi massa. Percayakan saja kepada kepada TNI, dan kita juga harus percaya kepada POLRI. Mereka sudah profesional kok,” tutur Cak Khoes. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar