Politik Pemerintahan

Problem Administrasi, Ratusan Penerima Bansos PKH di Sampang Gigit Jari

KPM PKH saat menggelar aksi ke kantor bank BRI Cabang Sampang beberap waktu lalu (foto doc)

Sampang (beritajatim.com) – Hingga tutup tahun anggaran 2019, sebanyak 786 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, gigit jari. Hal itu karena tidak bisa mencairkan haknya yang sempat tertahan selama tiga tahun lantaran proses administrasi.

Koordinator PKH Kabupaten setempat, Nanang Muldianto mengatakan, penerima bansos PKH yang dananya masih belum tersalurkan yaitu sebanyak 786 KPM. Data tersebut merupakan sisa dari ribuan KPM yang sempat terjadi masalah administrasi.

“Yang belum tersalurkan ada 786 KPM dan saat ini sudah masuk ke ranah laporan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,” terangnya, Kamis (2/1/2020).

Sebelumnya, ada dua kriteria data penerima PKH yang sempat tertahan pencairannya selama dua tahun lamanya karena administrasinya, yaitu 1.411 KKS dan Buku tabungan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (non eligible).

“Yang 1.411 KPM itu sudah tuntas, paling sisa sedikit yang belum tersalurkan, untuk angka pastinya pihak bank mengetahui selaku pihak penyalur. Kemudian yang 1.192 KPM masih tersisa 786 KPM yang belum tersalurkan,” tegasnya.

Pihaknya sejauh ini mengaku masih menunggu petunjuk teknis atau kebijakan baru dari pihak BPK RI kepada Kemensos.

“Mudah-mudahan ada juknis, kebijakan atau susrat terbaru dari BPK kepada kami untuk disalurkan kembali,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar