Politik Pemerintahan

Pro Kontra RUU HIP, PDIP Siap Dengar Aspirasi

Jakarta (beritajatim.com) – Pro-kontra yang terjadi dengan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). PDI Perjuangan mengaku siap mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat. Musyawarah untuk mufakat adalah praktek demokrasi Pancasila.

“Pancasila digali dari bumi Indonesia adalah saripati kepribadian bangsa yang sarat dengan tradisi gotong royong dan musyawarah,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Minggu (14/6/2020).

Dia juga menyatakan, terhadap materi muatan yang terdapat di dalam Pasal 7 RUU HIP terkait ciri pokok Pancasila sebagai Trisila yang kristalisasinya dalam Ekasila, PDI Perjuangan setuju untuk dihapus.Demikian halnya penambahan ketentuan menimbang guna menegaskan larangan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme, juga setuju untuk ditambahkan.

“Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Menkopolhukam Prof Mahfud MD, memahami suasana kebatinan yang berkembang, dan PDI Perjuangan meyakini bahwa pemerintah akan kedepankan dialog dan menampung aspirasi yang berkembang,” kata Hasto.

Dia juga menambahkan, berbagai pendapat berkaitan dengan RUU HIP tsb menunjukkan kuatnya kesadaran terhadap Pancasila sebagai dasar yang memersatukan bangsa. Dengan demikian akan bijak sekiranya semua pihak kedepankan dialog.

“Sebab dialog, musyawarah dan gotong royong adalah bagian dari praktek demokrasi Pancasila,” kata Hasto. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar