Politik Pemerintahan

Prihatin Ambulans Mogok, Bupati Malang Launching Publik Safety Center 119

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang melaunching Publik Safety Center (PSC) 119, Selasa (31/12/2019) malam. Sistem kerja PSC nantinya, masyarakat bisa memanfaatkan sistem penanganan kegawatdaruratan terpadu. Dimana teknisnya adalah, melalui smartphone berbasis android, masyarakat bisa mengunduh aplikasi emergency button melalui playstore.

Setelah terunduh, sekali tekan selama tiga detik, call center PSC 119 yang berbasis di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang nantinya, akan mengirimkan mobil ambulans terbaru guna penanganan medis secara cepat dan tepat. Untuk menunjang sistem kerja PSC 119, pemerintah daerah menyiapkan 24 ambulance baru.

Seluruh ambulance, akan stand by diseluruh Puskesmas se-Kabupaten Malang. Sementara dua unit ambulance yang ditunjang peralatan medis nomer wahid, disiagakan di RSUD Lawang dan RSUD Kanjuruhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, PSC sebuah peningkatan kecepatan pelayanan medis untuk masyarakat di Kabupaten Malang. “Harapan kita setelah launching PSC 119 ini, adanya peningkatan kecepatan penanganan kegawatdaruratan. Sehingga bisa menekan angka kecacatan dan kematian,” ungkap Arbani.

Menurut Arbani, pihaknya berharap dengan peresmian ini masyarakat dapat mengenal fungsi dan pelayanan prima dari PSC 119. “Mulai malam ini atau 1 Januari 2020 nanti layanan PSC mulai beroperasional. Petugas kendali PSC atau call centernya ada di RSUD Kanjuruhan, ada 10 petugas yang kita bagi tiga sift. Mereka harus siap bekerja 24 jam selama 7 hari,” ujar Arbani.

Arbani melanjutkan, sejauh ini PSC 119 sudah ditunjang petugas berpengalaman yang sudah menjalani pelatihan lebih dulu. Satu mobil ambulance PSC 119, ditopang dengan 1 orang dokter, 2 orang perawat dan satu orang pengemudi di setiap puskesmas.

“Dengan dilaunchingnya PSC 119 ini, kami berharap penanganan medis di Kabupaten Malang semakin cepat dan tepat,” kata Arbani.

Sementara itu, Bupati Malang HM.Sanusi bercerita, launching PSC 119 ini berawal dari mogoknya ambulance RSUD Kanjuruhan di jalan yang bawa pasien. “Lalu kita juga menerima laporan masyarakat jika ambulans RSUD Kanjuruhan, tidak bisa distarter dan gak ada bensinya. Kami langsung sidak. Saya starter memang gak kena, gak bisa hidup. Saya tanya pegawainya, katanya gak pernah dipakai. Ambulansnya juga kumuh karena tidak ada biaya perawatan,” beber Sanusi.

Sanusi memaparkan, dari pengalaman itulah, pihaknya ingin ada perubahan secara menyeluruh di bidang pelayanan kesehatan. “PSC 119 Ini jadi perubahan kita di tahun baru 2020. Dari 2 ambulans yang ambruk, menjadi 24 ambulans yang modern. Kedepan saya ingin sarana di RSUD Kanjuruhan dan Lawang jugadi penuhi. Saya berharap utamanya para dokter sebagai ujung tombak rumah sakit, harus bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Tanpa itu, ambulans bagus tanpa pelayanan dokter yang cepat dan tepat tidak akan bisa berjalan maksimal,” pungkas Sanusi. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar