Politik Pemerintahan

Presiden Resmi Bubarkan BPWS

H. Syafiuddin Asmoro, Anggota komisi V DPR RI.

Bangkalan (beritajatim.com) – Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) resmi dibubarkan melalui Perpres nomor 112/2020. Anggota komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro mengatakan, pembubaran tersebut dilakukan pasca penetapan APBN 2021.

“Mungkin presiden tidak respect dengan kinerja BPWS, dan adanya pembubaran ini berarti pihak eksekutif menilai progres BPWS kurang maksimal,” tuturnya, Senin (30/11/2020)

Ia juga mengatakan, selama 12 tahun tak ada progres yang maksimal dari kinerja BPWS. Hal tersebut terbukti dari minimnya serapan anggaran BPWS. “Kalau tahun ini masih lumayan karena terus kita dorong, namun tahun 2016-2017 serapan hanya 20 sampai 30 persentase saja,” terangnya.

Ia berharap, pembubaran ini tak menjadi penghalang pembangunan di pulau Madura dan presiden dapat mengimplementasikan Perpres 80 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Gerbang Kertasusila. “Semoga ini menjadi itikad baik presiden untuk pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Diketahui, 2020 BPWS mendapat kucuran dana Rp 200 milyar dari pusat. Namun, jumlah tersebut menurun menjadi Rp 160 Milyar tahun 2021. “Nanti kami tanyakan ke Presiden apakah akan diploting ke kementrian PUPR atau bagaimana kami belum tahu, karena belum mendapat salinannya,” tutupnya.

Sementara itu, Ha’i anggota DPRD Bangkalan menilai hingga saat ini tak ada dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat dari pembangunan BPWS. Ia menyebut, BPWS hanya membangun di Bangkalan namun tidak membangun peningkatan perekonomian masyarakat. “Hanya secara fisik membangun di Bangkalan, namun tak ada dampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat di Bangkalan,” tandasnya.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar