Politik Pemerintahan

Presiden Jokowi Diminta Rangkul Seluruh Exponen Bangsa

Surabaya (beritajatim.com) – Periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo banyak hal yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi, utamanya untuk menyatukan seluruh masyarakat di Republik ini. Andi Budi Sulistijanto, menyampaikan, tinggal hitungan hari pelantikan presiden Jokowi-wakil presiden Ma`ruf Amin digelar, banyak PR baik menyangkut pembangunan negeri ini, maupun menyatukan seluruh elemen bangsa yang harus dilakukan Presiden Jokowi.

“Pada periode kedua ini Presiden harus menerapkan komunikasi persuasif dan merangkul semua exponen masyarakat selain untuk mempersatukan bangsa ini, juga untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar politisi yang sudah merilis 2 buku terkait presiden Jokowi yakni Komunikasi Politik Jokowi, buku Politik Kerja Jokowi dan telah menyiapkan buku Kunci sukses Jokowi ini.

Andi yang hadir sebagai salah satu nara sumber di acara Focus Group Discussions (FGD) yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta bekerjasama dengan komunitas peneliti yang tergabung dalam asosiasi conquire ini berharap presiden Jokowi memperkuat tim komunikasi Presiden dan membentuk badan/unit kerja untuk komunikasi kebudayaan, sekaligus harus ada wakil menteri untuk pertajam program-program aksi, khususnya pencegahan radikalisme.

Sementara itu Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid Dr.Pinckey Triputra dalam pemaparan hasil analisis riset komunikasi, menambahkan, Selama periode pemerintahan 2014-2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap masyarakat memiliki kemampuan sebagai komunikator yang baik, namun sayangnya kemampuan ini tidak dimiliki sebagian besar para menterinya.

“Sebagai presiden yang memiliki tingkat popularitas yang tinggi, Jokowi juga dinilai bisa berpikir out of the box. Namun apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tidak sepenuhnya diikuti oleh para menteri atau anggota kabinet lainnya,” katanya.

Pinckey menuturkan, Kegiatan untuk terus bisa berhubungan dengan rakyatnya sering dilakukan oleh Jokowi dengan menggunakan media sosial sehingga kemampuan ini makin mendorong popularitas Jokowi.

FGD ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif terhadap beberapa kelompok spesifik yang mewakili masyarakat di Jakarta. Tema yang diangkat adalah mengenai Kinerja dan Komunikasi Politik Kabinet 2014-2019 dan Harapan Masa Depan Kabinet Kerja II yang disusun oleh presiden yang baru terpilih pada pemilu 2019. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar