Politik Pemerintahan

PPP Wajibkan Cabup Ikut Cari Partai Koalisi

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq (kanan) berbincang-bincang dengan kandidat bupati Djoko Susanto dalam acara pemaparan visi dan misi calon kepala daerah, Minggu (12/1/2020).

Jember (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan mewajibkan setiap kandidat bupati Jember ikut berkeringat mencari partai lain untuk berkoalisi. Pasalnya jumlah kursi partai berlambang kabah tersebut tak mencukupi syarat mencalonkan pasangan bupati dan wakil bupati sendiri dalam pemilihan tahun ini.

“Iya dong. PPP sudah punya lima kursi (di DPRD Jember). Masih kurang lima. Tapi tentunya kami juga berkomunikasi intensif dengan partai-partai yang diajak berkoalisi terkait pertimbangan calon yang akan diusung: elektabilitas dan popularitasnya seperti apa,” kata Kepala Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jatim Abdul Rosyid, di Jember, Minggu (12/1/2020).

Rosyid menilai, partai-partai lain masih malu-malu berkoalisi. “Biasalah, masih dalam tahap penjajakan,” katanya.

DPP PPP sendiri idealnya baru akan menerbitkan surat rekomendasi pencalonan bupati dan wakil bupati Jember, Jawa Timur, pada April atau Mei 2020. “Pertarungan pemilukada di Jawa Timur pendek sekali masa kampanyenya,” kata Rosyid.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Jember Madini Farouq mengatakan, koalisi masih terus diupayakan. “Sampai hari ini PPP masih terus melakukan komunikasi dengan parpol lain. Kami terus mencari mitra koalisi yang sevisi dlm membangun Jember,” katanya.

PPP mencari bupati yang mampu mendengar dan melihat kondisi Rakyat Jember. “Sehingga dia tahu apa yang menjadi kebutuhan rakyat Jember,” kata Madini. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar