Politik Pemerintahan

PPP Jember Ingin Suharso Monoarfa dan Taj Yasin Maimoen Berduet

Madini farouq

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap Suharso Monoarfa dan Taj Yasin Maimoen bisa berduet menahkodai partai berlambang ka’bah tersebut.

Harapan ini dilontarkan Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq, Senin (14/12/2020), untuk menyambut Muktamar Nasional PPP empat hari lagi. “Figur ketua umum yang akan datang harus bisa menjanjikan konsep-konsep bagaimana membesarkan PPP,” katanya.

Suharso saat ini menjabat Pelaksana Tugas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PPP dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Dia ditunjuk Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair untuk memimpin PPP jelang pemilu 2019. “Alhamdulillah, ketika itu PPP dilanda tsunami politik, tapi bisa melewati masa-masa kritis dan lolos di parliamentary threshold,” kata Madini.

Sementara Taj Yasin adalah putra Maimoen Zoebair yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah. Pria kelahiran 2 Juli 1983 ini terakhir menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Seandainya dua orang ini bisa bersama-sama memimpin PPP ke depan, entah bagaimana kesepakatan di antara keduanya. Yang satu dengan pengelamannya sebagai pelaksana tugas ketua umum dan cukup senior di PPP dan Gus Yasin mewakili trah Mbah Maimoen Zubair. Beliau juga bisa mewakili simbol pemuda,” kata Gus Mamak, sapaan akrab Madini.

Madini percaya, duet ini bisa mendongkrak suara PPP dalam pemilu mendatang. “Di samping melanjutkan amanah Mbah Maimoen (yang menunjuk Suharso, red), kami ingin menyempurnakan kader-kader muda PPP yang diwakili Gus Yasin. Ada juga Gus Arwani (Muhamad Arwani Thomafi, anggota DPR RI) yang mewakili kader muda yang bisa diperankan di posisi sekretaris jenderal dan sebagainya,” katanya.

Madini berharap masalah keterwakilan elemen partai tak lagi jadi persoalan. “Kami menganggap fusi partai sudah selesai. Tidak perlu mempersoalkan apakah figur ketua umum dari salah satu unsur fusi, apakah dari NU, Perti, Parmusi, dan SI. Kita tidak perlu mempersoalkan karena fusi sudah selesai. Yang terpenting adalah menyatukan seluruh kekuatan dan potensi yang dimiliki PPP dari empat unsur fusi tersebut. Semua harus digandeng bersama untuk membesarkan PPP,” katanya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar