Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PPP Jember, dari ‘Partai Kakek-Kakek’ ke ‘Partai Anak Yatim’

DPC PPP Jember santuni anak yatim di Ponpes Riyadus Sholihin

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencanangkan gerakan politik partai tahun ini. Pengurus PPP Jember akan mengubah citra ‘partai kakek-kakek’ menjadi ‘partai anak yatim’.

“Di usia ke-49, kami mencanangkan untuk lebih melayani umat dalam rangka menyongsong Pemilu 2024. Apa yang dibutuhkan umat, itu yang akan diperjuangkan PPP baik dari sisi pembangunan fisik maupun non fisik, kebutuhan jasmani dan rohani,” kata Formatur DPC PPP Jember Madini Farouq, di sela-sela acara tasyakuran Hari Lahir PPP di Pondok Pesantren Riyadus Sholihien, Sabtu (8/1/2022).

PPP akan berupaya agar pemerintah memiliki data jumlah anak yatim seluruh Jember. “Jangan hanya punya data orang miskin, tapi juga harus punya data anak yatim, dan kami akan perjuangkan agar bantuan untuk anak yatim dialokasikan dalam APBD Jember. Kepala desa harus tahu berapa jumlah anak yatim di desa mereka,” kata Madini.

Santunan itu bisa dalam bentuk tunjangan pendidikan dan kesehatan maupun perbaikan gizi. “Ini nanti bisa kami kembangkan pada masalah stunting (gizi buruk). Agar Jember bebas dari gizi buruk, harus ada anggaran dialokasikan untuk itu,” kata Madini.

“Insya Allah dengan kita menyantuni anak yatim, kita tak termasuk golongan orang-orang pendusta agama. Kedua, karena kita ingin Indonesia, terutama Jember terbebas dari bencana dan musibah, maka kita harus ada kepedulian kepada orang-orang lemah. Kalian akan mendapatkan pertolongan dan rezeki perbaikan ekonomi karena adanya orang-orang lemah,” kata Madini.

PPP juga akan mengusulkan kepada Bupati Hendy Siswanto agar mengawali setiap acara resmi, ada pemberian untuk anak yatim. “Kami kan partai berasaskan Islam, berlambangkan kabah. Itu yang akan jadi tema untuk periode-periode berikutnya,” kata Madini.

Langkah PPP ini sesuai dengan semangat ‘Jember Kabupaten Ramah Anak’ “Ada wanita-wanita yang jadi orang tua tunggal dan jumlahnya cukup besar. Dengan kita menyantuni anak yatim, otomatis beban si iby yang jadi single parent ini terkurangi,” kata Madini. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar