Politik Pemerintahan

PPKM Kota Mojokerto Berakhir, Denda Operasi Yustisi Naik

Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 dalam rangka Monev Penanganan Covid-19 di Ruang Pertemuan Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto berakhir tanggal 28 Januari 2021. Ini disampaikan Wali Kota Mojokerto saat Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 bersama Forkopimda Kota Mojokerto dalam rangka Monev Penanganan Covid-19 di Ruang Pertemuan Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, PPKM di Kota Mojokerto pada tanggal 15 Januari hingga 28 Januari 2021 tersebut berdasarkan empat parameter yang ditentukan oleh Satgas Covid-19. “Kami pastikan Kota Mojokerto tidak melaksanakan PPKM tahap 2, PPKM tahap 1 berakhir malam ini,” ungkapnya, Kamis (28/1/2021).

Meskipun mulai Jumat (29/1/201) besok di Kota Mojokerto tidak lagi ada PPKM, namun lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, protokol kesehatan 5M harus terus ditegakkan. Seperti Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi.


“Dalam rangka meningkatkan protokol kesehatan, maka mulai besok denda Operasi Yustisi kami naikkan. Dari Rp50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Harapannya, masyarakat memiliki efek jera dan tidak lagi melanggar. Apabila dalam waktu 1 minggu masyarakat mampu menjaga protokol kesehatan dengan ketat,” katanya.

Sehingga harapannya, angka terpapar Covid-19 di Kota Mojokerto menurun. Tak hanya itu, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), angka kematian menurun, jumlah pengguna isolasi tidak lebih dari 70 persen dan angka kesembuhan tidak dibawah rata-rata nasional atau tidak masuk zona merah (resiko tinggi).

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi menambahkan, selain memberikan himbauan 5M kepada masyarakat secara langsung pihaknya juga akan memasang pengeras suara di kelurahan Kampung Tangguh yang ada di wilayah Kota Mojokerto. “Kami juga melaksanakan penyemprotan desinfektan secara berkala guna mencegah peredaran virus Covid-19,” tegasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar