Politik Pemerintahan

PPKM Kota Malang Lanjut, Wali Kota Tanya Indikatornya

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang(beritajatim.com) – Kota Malang masuk bagian dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II. Pembatasan ini berlaku sejak jilid I berakhir hingga 8 Februari 2021 mendatang. Ada 73 kota/kabupaten yang masuk rencana ini.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, sampai saat ini mereka belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat. Tetapi dia melakukan komunikasi dengan Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Dia mempertanyakan indikator apa saja, yang membuat Kota Malang harus masuk PPKM jilid II.

“Belum ada surat resmi, tapi saya sudah share ke Wagub, saya ingin tahu kepastian dan indikatornya apa ada kebijakan perpanjangan PPKM. Ini kebijakan dari pusat, beda dengan PSBB dimana daerah yang mengajukan,” kata Sutiaji, Kamis, (21/1/2021).

Sutiaji mengatakan, sejak awal pemberlakuan PPKM Jawa-Bali. Wilayah tidak pernah mengajukan namun ditunjuk oleh pusat. Beberapa alasan yang menjadi latar belakang adalah kasus Covid-19 di wilayah ini masih tinggi. Pun dengan angka kematian pasien Covid-19.

“Dulu saat PSBB kita batasi mobilitas orang, kalau sekarang tidak tahu, siapa yang potensi sebarkan virus. PPKM sebenarnya memberikan warning jika masih ada peningkatan kasus Covid-19,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mengimbau, masyarakat untuk tertib dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebab, PPKM dianggap akan berjalan efektif jika dibarengi kedisiplinan masyarakat. Termasuk para pelaku usaha yang harus tutup sekira pukul 20.00 WIB sesuai aturan jam malam.

“Ada beberapa tempat usaha yang terpaksa ditutup. Mereka ketahuan buka hingga malam pukul 23.00 WIB. Apalagi mereka saat itu sembunyi-sembunyi. Sebenarnya banyaknya yang ditutup juga tidak mempengaruhi angka Covid-19. Karena paling penting adalah kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tandasnya. (luc/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Resep Sup Kikil, Gurih dan Empuk

Sup Ikan, Menu Berbuka Puasa Bergizi Tinggi

Soil dari Tanah Kembali ke Tanah