Politik Pemerintahan

PPKM Diperpanjang, Pemkot Surabaya Fokuskan Bantuan untuk Masyarakat

Surabaya (beritajatim.com) – Merespon kepastian perpanjangan PPKM oleh pemerintah pusat, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana memastikan akan langsung memantau efek kebijakan itu. Salah satu fokusnya adalah melihat bantuan dari golongan ekonomi ke bawah.

“Kalau keputusan PPKM diperpanjang, kita harus tetap patuhi. Tapi kan yang harus dipahami adalah bagaimana kita memantau efek PPKM. Harus lihat bantuan seperti apa yang bisa diberikan,” tutur Whisnu.

Ia pun memastikan jika terkait perpanjangan PPKM ini Pemerintah Kota Surabaya akan lebih memberikan perhatian soal bantuan pada masyarakat. Terutama masyarakat dari golongan ekonomi ke bawah.

“Jadi harus dilihat dampak PPKM ini seperti apa. Supaya warga yang terdampak, yang nggak bisa makan, bisa terbantu atau enggak. Harus dipastikan lagi,” sambungnya.

Bentuk bantuannya, lanjut Whisnu, akan beragam disesuaikan dengan kemampuan warga. “Misalnya, bantuan tunai. Dilihat berdasarkan kebutuhannya,” imbuh Whisnu.

Di sisi lain, Whisnu juga akan berkomunikasi dengan pengusaha. Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang harus tutup pukul 20.00 selama masa PPKM. Ia memastikan Pemkot Surabaya akan berkoordinasi supaya tidak ada pegawai yang dirumahkan.

“Meski tidak ada keluhan atau laporan dari pengusaha selama PPKM, tapi karyawan sampai dirumahkan. Nanti dampak ekonomi akan terasa. Khususnya pusat perbelanjaan. Ada 38 di Surabaya,” urainya.

Meski sebelumnya sempat mengajukan diskresi supaya Surabaya tidak masuk dalam daftar PPKM, namun kini Whisnu mengaku mengapresiasi PPKM. Sebab, dirinya menemukan beberapa nilai positif.

“Misalnya, pemberlakuan jam malam. Covid-19 ini kan lebih banyak berkembang malam hari. Dengan adanya jam mal, masyarakat nggak berkerumun pada malam hari. Sehingga bisa menekan angka warga yang terinfeksi Covid-19,” pungkasnya. [ifw/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar