Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PPKM Darurat, Warga Batalkan Sembelih Hewan di RPH Magetan

Hewan kurban kiriman warga untuk masuk di kandang peristirahatan RPH Magetan Senin (19/7/2021)

Magetan (beritajatim.com) – Rumah Potong Hewan (RPH) jadi satu – satunya fasilitas yang diharapkan untuk kurangi kerumunan masyarakat yang hendak memotong hewan dalam rangka Idul Adha. Namun, adanya pembatasan mobilitas dengan penutupan beberapa ruas jalan membuat masyarakat mengurungkan untuk minta tolong ke RPH untuk membantu memotong hewan kurban.

“Banyak yang membatalkan utamanya yang dari wilayah yang jauh seperti dekat perbatasan Kota Madiun,” ungkap drh Budi Nur, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Selasa (20/7/2021)

Dia menyebut kalau sebenarnya lebih dari 80 ekor sapi yang terdaftar untuk bisa disembelih di RPH. Namun, karena ada penutupan jalan, warga takut kalau akan terkendala dalam pendistribusian hewan kurban ke RPH. Lantaran, sebelum disembelih hewan kurban perlu diistirahatkan terlebih dulu selama semalam di RPH. “Karena yang baik itu, hewan kurban puasa dulu sebelum disembelih esok harinya,” ungkap Budi.

Pun, untuk Idul Adha kali ini terjadwal hanya 80 ekor sapi yang bakal disembelih. Mulai hari ini (20/7) hingga tiga hari ke depan. Dia menegaskan kalau tak ada retribusi yang ditarik untuk penyembelihan hewan kurban atau masuk dalam hari raya keagamaan. Namun, yang meminta tolong untuk penyembelihan di RPh perlu melakukan pendaftaran. “Bukan cuma salah satu lembaga amil zakat, tapi juga beberapa desa yang menitipkan untuk penyembelihan hewan kurban, termasuk dengan instansi pemerintahan,” katanya.

Budi membenarkan kalau kualitas penyembelihan di RPH lebih baik. Selain peralatan yang sudah mumpuni, para jagal juga diminta untuk menjaga kualitas daging. Selain ruangan yang steril, daging pun juga tak disentuh sembarangan. Berbeda jika masyarakat melakukan pemotongan sendiri. “Kalau di RPH kan pengawasannya jelas, standart operation procedurnya juga lebih ketat,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan personil untuk mendistribusikan daging kurban pada masyarakat. Mayoritas para jagal bekerja sama dengan beberapa pihak untuk membantu pendistribusian ke beberapa wilayah. Sehingga, protokol kesehatan bisa lebih maksimal. “Karena ini sifatnya tidak boleh menimbulkan kerumunan,” ungkap Budi. (asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar