Politik Pemerintahan

PPKM Darurat, Bantuan Beras Program BPNT Mulai Didistribusikan

Pelaksaan pengecekan kondisi Beras Premiun program BPNT yang akam didistribusikan ke Agen di Kecamatan Montong, Tuban.

Tuban (beritajatim.com) – Di tengah-tengah perpanjangan PPKM Darurat, pihak pemerintah kembali mencairkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk warga masyarakat di Kabupaten Tuban. Penerima BNPT adalah warga yang telah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam penyalurannya, Tim Koordinasi (Tikor) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Tuban melakukan monitoring atau pengecekan distribusi komoditi beras BPNT itu di wilayah Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Pengecekan kondisi kualitas beras yang akan disalurkan itu langsung dilakukan oleh Santoso, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sossial dan P3A Tuban, bersama Pemerintah Kecamatan Montong, dan perwakilan agen yang langsung mengecek kualitas beras yang dipasok supliyer dan berlangsung di Pendopo Kecamatan setempat.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, , Jumat (23/7/2021), pengecekan keberadaan beras dari program BPNT tersebut dilakukan dengan tujuan menjaga kualitas beras yang akan disalurkan ke masyarakat supaya terjamin. Dalam pengecekan itu sebayak 150 zak beras yang diangkut kendaraan suplier menurunkan tiga zak beras premium untuk dicek bersama-sama.

Dari hasil pemeriksaaan secara bersama-sama itu, dua dari tiga zak beras sampel tersebut pecahannya sedikit lebih banyak, sehingga agen dan pihak Dinsos merekomendasikan untuk diperbaiki kualitasnya.

“Evaluasi distribusi beras di Montong, hanya satu zak sampel beras yang memenuhi spek yang sudah disepakati. Sedangkan yang dua zak contoh beras masih banyak pecahannya,” terang Santoso, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Tuban, dikonfirmasi usai monitoring itu.

Untuk menjamin mutu beras KPM, Santoso bersama Tikor belum bisa menerima beras dengan pecahan lebih dari 10 persen itu. Sehingga pihak supliyer diminta segera mengganti kualitas beras sesuai yang telah ditentukan yakni beras Premiun dengan pecahan maksimal 10 persen.

Selain itu, sepekan sebelumnya pihak Tikor juga telah koordinasi dengan supliyer. Harapannya masih adanya waktu sepekan sebelum distribusi bisa dioptimalkan untuk memastikan kualitas beras BPNT.

“Suplier punya waktu sampai hari Minggu besok, karena jadwal transaksi atau distribusi ke KPM disepakati hari Senin,” tambahnya.

Santoso menjelaskan, pada kesempatan ini penerima beras BPNT di Kecamatan Montong sejumlah 3.489 KPM. Yang mana untuk pencarian dilakukan dua bulan sekaligus yaitu pada Juli dan Agustus. Sebenarnya dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI memberikan Bansos selama tiga bulan, tapi Tikor Kabupaten Tuban mengatur dan menyalurkannya dua bulan dulu.

Karena bila dicairkan sampai bulan September ada kelemahan, yaitu kualitas komoditas akan rusak karena metode penyimpanan yang kurang baik, dan kalau kebanyak komoditas yang diterima KPM akan berpeluang dijual.

“Oleh sebab itu hari ini dicairkan dua bulan, dan Bansos bulan September akan dicairkan pada akhir Agustus. Kami sewaktu-waktu akan langsung mengecek langsung ke agen-agen,” tegas Santoso.

Sementara itu, Heru Daryosi, salah perwakilan Agen penyalur BPBT di Kecamatan Montong itu juga mengatakan bahwa kondisi beras yang akan dikirim berbeda dengan sebelum-sebelumnya, karena meski kualitasnya bagus tapi banyak patahan. Para agen meminta beras yang dibawa sampel maupun yang untuk KPM kualitasnya sesuai aturan.

“Satu rit beras yang datang hari ini kami suruh untuk diganti dengan yang bagus dan terbaik,” kata Heru Daryosi, saat berada di Kecamatan Montong, Tuban.

Alasan agen belum bisa menerima beras dari supliyer, karena dapat memicu protes dari KPM. Sasaran protes dari KPM jika terdapat kualitas beras yang menurun adalah langsung ke agen dan bukan ke suplier atau dinas.

“Selama ini beras BPNT untuk Kecamatan Montong kualitasnya selalu terjaga. Kami berharap kepada supliyer untuk tepat waktu pengiriman, karena bila telat, maka para KPM akan menagih ke agen,” pungkasnya. [mut/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar