Politik Pemerintahan

Potong Sapi di RPH Krian Sidoarjo Tarifnya Lebih Murah, Higienis dan Halal

Sidoarjo (beritajatim.com) – Tempat pemotongan sapi atau rumah potong hewan (RPH) Krian milik pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah mulai beroperasi.

Harganya pun sangat murah, harga satu sapi dipatok Rp 400.000. Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala dan kulitnya. Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, Pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis/bersih karena menggunakan sistem pemotongan modern.

Dan yang paling penting munurut Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) prosesnya sesuai syari’at Islam sehingga ke halalannya dijamin.

Harga pemotongan sapi diluar harga paling rendah rata-rata Rp 700.000 – Rp 800.000 per ekornya. Ada yang menentukan tarif perkilo mulai dari Rp 2000 – 3.500. “Untuk di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp 400.000,- tiap ekornya,” katanya saat meninjau langsung proses pemotongan sapi di RPH Krian Kamis (4/3/2021).

Dengan harga yang kompetitif ini usaha penjualan daging sapi diharapkan mengalami kenaikan. RPH Krian memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari.

“Saya kira arah utaman RPH ini kenapa harus dimodernisasi karena kami ingin memastikan daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo ini harus daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal,” imbuh Gus Muhdlor.

Gus Muhdlor menjamin pemerintah hadir dan mengawal peredaran daging yang dijamin kehalalannya dan daging yang bersih serta aman dikonsumsi masyarakat.

“Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada penyakit-penyakit dan ini penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo ini adalah mayoritas Islam, pemerintah wajib memastikan bahwa daging yang beredar dijamin ke halalannya,” tegasnya.

Jagal dibiarkan berjalan, karena Gus Muhdlor yakin masyarakat akan memilih jasa RPH karena dijamin kebersihannya, kehalalannya dan harganya murah.

“Dan yang terpenting hari ini kita meminimalisir adanya sapi-sapi gelonggongan itu, karena terkadang orang beli daging satu kilo tapi ternyata sebenarnya itu sapi gelonggogan akan lebih banyak kandungan airnya,” pungkasnya. (isa/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar