Politik Pemerintahan

Positif Covid-19 Jatim Naik Jadi 256, Kab/Kota Pasuruan dan Kab/Kota Probolinggo Zona Merah

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 10 April 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 13342 orang, 1333 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 256 positif Covid-19 (coronavirus)

“Jadi, total 256 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 33 orang. Yang sembuh bertambah 6 menjadi 63 orang dan meninggal tambah 5 menjadi 22 orang. Mudah-mudahan setiap hari banyak yang sembuh. Terima kasih kepada tenaga kesehatan, paramedik yang sudah memberikan pelayanan luar biasa. Zona merah bertambah empat, yakni Kabupaten/Kota Pasuruan dan Kabupaten/Kota Probolinggo sehingga total menjadi 32 daerah,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (10/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 256 orang di Jatim itu terdiri dari 97 dari Surabaya, 11 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 21 dari Sidoarjo, 9 Kabupaten Kediri, 6 Kota Kediri, 10 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 6 Lumajang, 2 Jember, 8 Situbondo, 1 Bondowoso, 3 Banyuwangi, 2 Pamekasan, 7 Tulungagung, 3 Jombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 13 Lamongan, 3 Bangkalan, 1 Pacitan, 1 Bojonegoro, 2 Tuban, 3 Kabupaten Pasuruan, 2 Kota Pasuruan, 3 Kabupaten Probolinggo dan 1 Kota Probolinggo.

Dari data tersebut, ada 22 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 10 di Surabaya, 3 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 2 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 1 Lumajang dan 1 Tuban.

Ada 63 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 8 dari Malang, 32 dari Surabaya, 3 dari Sidoarjo, 1 dari Gresik, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 1 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 1 Kota Kediri, 4 Situbondo, 1 Kabupaten Madiun dan 1 Banyuwangi.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19. “Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar