Politik Pemerintahan

Ponorogo Kaji Pembuatan Perusda untuk Kelola Pasar

Ponorogo (beritajatim.com) – Demi mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemkab Ponorogo tengah mengkaji pembentukan sebuah perusahaan daerah (Perusda) untuk mengelola seluruh pasar di Ponorogo. Perusda ini kelak dijalankan oleh tangan profesional dengan harapan selain lebih profesional juga lebih berorientasi pada keuntungan atau laba.

”Untuk mengelola pasar disini, Bapak Bupati menginginkan ditangani orang profesional dengan membentuk perusda,” kata Sekda Agus Pramono, Sabtu (31/8/2019).

Dengan pengelolaan pasar tradisional secara lebih profesional, diharapkan serapan retribusi bisa lebih maksimal. Di Ponorogo ada 22 pasar, dari data yang diperoleh hingga Mei lalu, serapan retribusi semua pasar tradisional tersebut baru 28 persen. Padahal tiap tahun Disperdakum Ponorogo ditarget retribusi sebanyak Rp. 3 miliar. Dan pada tahun lalu Dinas yang bertempat di gedung lantai 8 hanya mampu setor Rp. 2,5 miliar.

”Saat ini masih dikaji, dengan adanya Perusda bakal menggenjot pendapatan dari 22 pasar itu,” katanya.

Inisiatif pembuatan Perusda ini bagaikan gayung bersambut dengan rencana pemerintah untuk membangun pasar legi baru. Jika pasar tersebut jadi pada tahun 2020 mendatang, butuh konsentrasi yang tinggi untuk mengelola pasar modern tersebut.

”Manajemen perusda nanti paling besar tetap mengurus pasar legi. Konsepnya, tetap harus profesional, tidak boleh PNS,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar