Politik Pemerintahan

Ponorogo Darurat Lahan TPA Sampah

Suasana persampahan di TPA Mrican. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Mrican Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo telah melebihi kapasitas atau overload. Setiap hari, tempat itu menerima puluhan ton sampah yang dihasilkan dari masyarakat bumi reyog.

“Sampah per hari bisa 70 ton yang masuk ke TPA Mrican,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko, Kamis (11/2/2021).

Oleh karena itu, Sapto mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk lahan baru TPA. Dia memprediksi TPA yang luasnya hanya 1,8 hektare itu dalam 3 tahun ke depan, tidak bisa lagi menampung sampah. “Kami prediksi 3 tahun lagi TPA Mrican sudah bisa lagi menampung sampah,” katanya.

Sehingga mau tidak mau harus mencari lahan baru untuk TPA. Sapto menyebut, idealnya lahan yang diperlukan untuk TPA seluas 3,5 hektare. Namun, kenyataan yang dipakai sekarang, hanya ada 1,8 hektare. Itupun sudah berlangsung dari puluhan tahun yang lalu.

“Timbunan sampah hari demi hari semakin meninggi. Dikhawatirkan bisa terjadi longsor atau gas metananya bisa menjadi penyebab kebakaran sampah,” katanya.

Mengetahui realita itu, pihaknya sebenarnya tidak tinggal diam. DLH sudah berupaya mengurangi jumlah sampah. Yakni dengan didaur ulang dijadikan biogas, didaur ulang di tempat pengelolaan sampah terpadu. Namun, sampah di TPA Mrican tetap saja menggunung.

Sapto menyebut sebenarnya pihaknya sudah memproyeksikan untuk lahan baru. Lahan baru tersebut juga berada di Kecamatan Jenangan. Tanah milik Pemkab ada 1,6 hektare dan masih ada lagi 3 hektare tanah milik penduduk. Dia meyakini lahan itu sudah cukup untuk mengurai permasalahan sampah ini. “Proyeksi kita ya pindah tempat. Kalau perluasan lahan di TPA Mrican tidak bisa optimal,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar